SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mengingatkan agar masyarakat yang berada di daerah rawan bencana perlu waspada.
Karena, pada awal tahun 2023 cuaca ekstrim masih berlangsung. Kendati demikian, dikhawatirkan bisa berpotensi menimbulkan banjir, longsor dan pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Nana Suryana mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. Diketahui sebagian daerah di Banten sudah digenangi air akibat curah hujan yang tinggi.
Dikatakannya, saat ini pihak BPBD sudah melakukan kesiap siagaan untuk menanggulangi bencana yang dikhawatirkan bisa terjadi.
Baca Juga :
- Harga Beras di Banten Masih Stabil Meski Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pemprov Siapkan Cadangan SPHP
- DPC PPP Pandeglang Gelar Konsolidasi Internal, Bentuk Panitia Muscab VI
- Insiden Penarikan Kendaraan di Serang Masuk Ranah Hukum, TNI-Polri Tegaskan Tetap Solid
- Bupati Pandeglang: Kebijakan Publik Harus Berlandaskan Keadilan Sosial
- Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Pihaknya memprediksi, pada bulan Februari 2023 seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Banten dipastikan bakal terus diguyur hujan.
“Masyarakat diminta untuk memangkas atau menebang pohon yang berdekatan dengan rumah. Karena khawatir tumbang menimpa rumah dan menimbulkan korban. Jika warga tak mampu menebang maka BPBD siap membantu untuk menebang pohon,”katanya.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten Fraksi Partai Demokrat, Heri Handoko mendesak agar BPBD bisa lebih menguatkan untuk pusat data dan informasi. Agar setiap data yang membutuhkan data kebencanaan bisa terintegrasi pada satu pintu.
“Akurasi data sangat penting untuk menentukan langkah kebijakan,”katanya. (Suhendi/Syamsul)











