SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mengingatkan agar masyarakat yang berada di daerah rawan bencana perlu waspada.
Karena, pada awal tahun 2023 cuaca ekstrim masih berlangsung. Kendati demikian, dikhawatirkan bisa berpotensi menimbulkan banjir, longsor dan pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Nana Suryana mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. Diketahui sebagian daerah di Banten sudah digenangi air akibat curah hujan yang tinggi.
Dikatakannya, saat ini pihak BPBD sudah melakukan kesiap siagaan untuk menanggulangi bencana yang dikhawatirkan bisa terjadi.
Baca Juga :
- Proyek Server Firewall Diskominfo Banten Senilai Rp1,4 Miliar Digarap Kejati
- PT Tirta Fresindo Jaya Bangun Sumur Warga di Cadasari, Wujud CSR untuk Kebutuhan Air Bersih
- Pandeglang Dapat Ratusan Program Bantuan Rumah Kumuh dari Kementerian PKP
- Bupati Serang Kunjungi Korban Pelecehan Seksual di Waringinkurung
- Bupati Serang Ratu Zakiyah Desak DPUPR Segera Bangun Jalan Rusak di Kemuning
Pihaknya memprediksi, pada bulan Februari 2023 seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Banten dipastikan bakal terus diguyur hujan.
“Masyarakat diminta untuk memangkas atau menebang pohon yang berdekatan dengan rumah. Karena khawatir tumbang menimpa rumah dan menimbulkan korban. Jika warga tak mampu menebang maka BPBD siap membantu untuk menebang pohon,”katanya.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten Fraksi Partai Demokrat, Heri Handoko mendesak agar BPBD bisa lebih menguatkan untuk pusat data dan informasi. Agar setiap data yang membutuhkan data kebencanaan bisa terintegrasi pada satu pintu.
“Akurasi data sangat penting untuk menentukan langkah kebijakan,”katanya. (Suhendi/Syamsul)











