Katakita – Seorang perajin piring lidi asal Desa Majau Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang Banten, tetap produktif meskipun jumlah orderan piring lidi sawit sedang mengalami penurunan.
Menurunnya pesanan piring lidi sawit tersebut, disebabkan karena hanya digunakan pada momen tertentu saja.
Perajin piring lidi sawit, Raman mengatakan, salah satu sepinya orderan disebabkan karena sudah banyaj yang menggunakan, meski demikian dirinya tetap optimis dan selalu produktif.
“Biasanya sehari bisa mencapai puluhan, itu pun kalau lagi fokus dan ada pesanan, sekarang sedang sepi paling sehari bikin lima piring lidi,” katanya kepada Katakita.co, selasa (25/1/2022).
Baca juga:
- Harga Beras di Banten Masih Stabil Meski Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pemprov Siapkan Cadangan SPHP
- DPC PPP Pandeglang Gelar Konsolidasi Internal, Bentuk Panitia Muscab VI
- Insiden Penarikan Kendaraan di Serang Masuk Ranah Hukum, TNI-Polri Tegaskan Tetap Solid
- Bupati Pandeglang: Kebijakan Publik Harus Berlandaskan Keadilan Sosial
- Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Ia mengatakan, dirinya pernah menjadi salah satu percontohan masyarakat produktif oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang.
“Pas pertama kali merintis usaha piring lidi, diajak oleh orang desa supaya memberikan semangat agar tetap produktif, meskipun keterbatasan modal,” katanya.
Menurutnya, modal minimalis tidak berarti berhenti usaha, namun bisa disiasati dengan memanfaatkan barang yang ada dan alat sederhana.
“Kalau kita prinsipnya terus produktif, kadang suka ada yang datang dari tetangga minta diajarin cara bikinnya, suka diajarin juga pelan-pelan,” ujarnya. (De)***











