Tak Kunjung Dapat Bantuan, Rumah Warga Saketi Hampir Roboh

Foto kondisi rumah iwan warga Kecamatan Saketi yang kondisinya sudah tidak layak huni (Katakita.co)
Foto kondisi rumah iwan warga Kecamatan Saketi yang kondisinya sudah tidak layak huni (Katakita.co)

PANDEGLANG –¬† Potret kemiskinan di Kabupaten Pandeglang masih terlihat nyata. Pasalnya, masih ada beberapa warga yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Salah satunya rumah milik Iwan (46) warga Kampung Ciandur RT/RW 001/001, Desa Ciandur, Kecamatan Saketi.

Berdasarkan pantauan, kondisi rumah Iwan yang terbuat dari bambu itu sudah menggunakan penyangga agar tidak roboh.

Tokoh Pemuda Saketi Dede Sulaeman mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada pihak terkait agar rumah warga tersebut bisa mendapatkan bantuan program RTLH. Namun, kata dia, belum ada informasi untuk di bangun oleh pemerintah.

“Lahannya (tanah-red) itu punya sendiri, kalau untuk persyaratan itu sudah masuk. Apalagi rumahnya, nyaris Roboh bahkan sudah di sanggah,” katanya, Selasa (5/3/2024).

Untuk itu, pihaknya menyayangkan kepada pihak terkait dalam melakukan pendataan program RTLH. Apalagi, katanya, setiap tahun program tersebut di gulirkan oleh pemerintah.

“Harusnya program tersebut di lakukan secara skala prioritas. Jangan bantuan tersebut diberikan kepada yang belum layak mendapatkan,” katanya.

Sementara itu Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Saketi Kuswana membenarkan, rumah tersebut belum diajukan. Karena, menurut dia, pada Dinas Sosial sudah tidak ada program RTLH.

“Kalau di Dinos itu adanya BTT (bantuan tidak terencana-red) kalau BTT itu harus roboh dulu, baru bisa diusulkan,” katanya.

Tapi kata dia, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak desa, agar diajukan kepada DPKP (Dinas Pertanahan, Perumahan, dan Kawasan Permukiman) untuk mendapatkan bantuan BSPS (Program Bantuan Stimulan Swadaya).

“Nanti saya konfirmasi dulu sama desanya, udah ada pengajuan belum itu. Sebab, kalau dulu pengajuan ke dinsos itu pasti saya tahu, karena pasti ikut menandatangani,” ujarnya. (Red)

error: Konten di Proteksi