SERANG – Wali Kota Serang Budi Rustandi memaparkan capaian pembangunan Kota Serang sekaligus strategi menghadapi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Serang, Senin (10/8/2026). Agenda itu digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-19 Kota Serang.
Budi mengatakan pembangunan tidak dapat sepenuhnya mengandalkan kemampuan fiskal daerah. Untuk itu Pemkot Serang memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga filantropi, dan masyarakat.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan langkah. Kita harus bergerak cerdas dan adaptif,” ujar Budi dalam pidatonya.
Ia menyebut sejumlah indikator makro pembangunan Kota Serang tahun 2026 menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia tercatat 77,50. Pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,20 persen. Angka kemiskinan turun menjadi 5,51 persen. Sementara Produk Domestik Regional Bruto per kapita meningkat menjadi sekitar Rp61,65 juta.
“Di tahun 2026 ini, capaian indikator makro pembangunan menunjukkan hasil yang menggembirakan,” kata Budi.
Di tengah keterbatasan ruang fiskal, Pemkot tetap menjalankan sejumlah agenda prioritas. Mulai dari peningkatan penerangan jalan umum, penanganan persampahan, perbaikan jalan dan drainase, hingga revitalisasi Alun-Alun Kota Serang yang diharapkan menjadi ikon baru sebagai ibu kota Provinsi Banten.
Untuk menutup kekurangan anggaran, Pemkot menggandeng pihak swasta. Agung Sedayu Group menyerahkan enam unit ambulans. RS Bunda mendukung pembangunan simpang sebidang Kaujon dan RS Fatimah mendukung simpang sebidang Legok.
Rekonstruksi jalan juga dilakukan di empat ruas melalui dukungan perusahaan. Jalan Pakupatan-Bendung, Kasemen-Margasana, Ampel-Nambo, dan Angsana-Bojong Ketulisan dikerjakan dengan skema kolaborasi.
Sektor perumahan dan sosial juga masuk dalam skema tersebut. PT Kawah Anugerah Properti membantu perbaikan 75 unit Rumah Tidak Layak Huni dan membangun 16 unit rumah gratis. Andalan Abadi Foundation melakukan bedah kampung, normalisasi Kali Sepang, bedah masjid, pembangunan madrasah, dan pemberian beasiswa. Universitas Prima Graha mendukung melalui dua unit mobil layanan Home Care dan aplikasi Serang Digital.
Budi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Gubernur Andra Soni. Ia menyoroti agenda penataan kawasan dari Patung, Kebon Jahe hingga Alun-Alun, serta pembangunan Royal Baroe yang dinilainya menjadi penanda kepercayaan investor.
Sepanjang 2025-2026 Pemkot Serang meraih sejumlah penghargaan. Di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian atas LKPD 2025 untuk kesembilan kalinya, predikat Kota Sangat Inovatif dari Kemendagri, peringkat pertama penerapan manajemen ASN berbasis meritokrasi se-Jabar dan Banten dari BKN, serta B-Universal Top Regional Leader di CNN Indonesia Awards 2026.
Budi menegaskan peringatan Hari Jadi ke-19 bukan sekadar seremoni. “Momentum ini penting untuk melakukan refleksi atas apa yang telah kita capai, mengevaluasi tantangan yang ada, dan meneguhkan komitmen untuk melangkah lebih baik di masa depan,” pungkasnya.(Advertorial)











