Katakita – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut dalam waktu dekat ini Indonesia bakal kembali mendapatkan dukungan vaksin dari Prancis sebanyak 1 juta dosis. Padahal, sebelumnya indonesia sudah menerima 3,8 juta vaksin jenis AstraZeneca.
“Untuk vaksin, Indonesia menyampaikan apresiasi atas rencana tambahan dukungan vaksin sebesar satu juta dosis dari Prancis. Sebelumnya Prancis telah memberikan 3,8 juta dosis vaksin AstraZeneca kepada Indonesia,” kata Retno, Rabu (24/11/2021).
Baca Juga :
- Walikota Serang Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Serang ke-19 Tahun
- Bapenda Serang Buka Warung BPHTB di Ciruas
- DPRD Kota Serang Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Serang yang ke-19 Tahun
- Kejar PAD, DPRD Banten Godok Perda Tambang
- Resmi! DPC PPP Pandeglang Terima SK Periode 2026-2031, Target Dongkrak Suara
Retno mengungkapkan Prancis merupakan salah satu mitra penting Indonesia di Eropa. Selain itu, Prancis adalah mitra dagang kelima terbesar dari Eropa dan investor terbesar kedua dari Eropa bagi Indonesia. Dalam kesempatan sama, Menlu Prancis itu mengatakan Indonesia adalah mitra strategis Prancis dalam berbagai bidang. Terkait bidang kesehatan, menurut Le Drian, kedua negara harus bahu-membahu dalam melawan pandemi COVID-19.
“Untuk membantu Indonesia dalam melawan pandemi COVID-19 yang kasusnya sempat naik kembali dalam beberapa bulan lalu, kita sudah memberikan 3,8 juta vaksin,” katanya.
Sebelumnya, Indonesia menerima sumbangan sebanyak 1.236.480 dosis vaksin AstraZeneca sebagai bagian dari hibah tiga juta dosis vaksin untuk Indonesia yang diumumkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Agustus.
Bantuan vaksin itu diberikan melalui mekanisme skema vaksin global COVAX.
Pengiriman pertama bantuan sebanyak 358.700 dosis vaksin tiba pada 10 September dan pengiriman kedua sebanyak 968.000 dosis vaksin tiba pada 16 September.
Le Drian mengatakan sumbangan vaksin itu merupakan wujud solidaritas dan dukungan Prancis kepada Indonesia dalam program vaksinasi nasional untuk melawan pandemi COVID-19.











