LEBAK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak Fraksi Partai Nasdem, Peri Purnama mengkritik keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.
Dia menilai, Pemkab Lebak tidak serius dalam membangun jalan hingga membuat warga yang hendak berobat harus ditandu karena akses jalan yang sulit untuk dilintasi roda empat.
“Miris dan memalukan, banyak sekali inspratuktur yang rusak berat. Dan itu harus di perjelas dalam RPJMD kedepan,” katanya, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga :
- Gemilang! Era Budi Rustandi, Pemkot Serang Sabet 5 Penghargaan BKN Sekaligus
- Personel Polresta Serang Kota Cek TKP Dugaan Penemuan Mayat di Parkiran Mall Ramayana
- Era Budi, Pemkot Serang Raih Penghargaan Infrastruktur Tingkat Nasional
- Andra Soni Lepas 160 Kader PWNU Banten, Dukung Sinergi Ekonomi Pesantren
- Korban Arisan Bodong Datangi Polsek Cadasari, Tuntut Kejelasan Pengembalian Uang
Disebutkannya, saat kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Lebak masih banyak yang mengalami kerusakan dan sulit diakses untuk bisa diakses oleh kendaraan.
“Itulah kondisi Lebak, dimana banyak sekali infrastruktur jalan yang rusak berat, bukan hanya di satu titik saja tapi di beberapa titik hampir di tiap desa mengalami hal yang sama,” katanya.
Menurutnya, akibat belum maksimalnya Pemkab Lebak dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan. Mengakibatkan, sulitnya masyarakat yang hendak pergi berobat.
“Karena infrastruktur inilah yg diharapkan masyarakat untuk menunjang konektivitas antar tempat dalam suatu daerah, guna peningkatan ekonomi warga dan juga menunjang peningkatan pelayanan dasar, termasuk akses menuju tempat pelayanan kesehatan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Sarnata 53 tahun warga Kampung Cangketeuk, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak-Banten. Terpaksa harus ditandu oleh warga menyusuri jalan rusak sejauh kurang lebih 16 kilometer untuk bisa berobat ke Puskesmas Cigemblong. (Syamsul)











