PANDEGLANG – Warga Perumahan Bumi Cadasari, Desa Kaungcaang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah berhasil mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi melalui program pengelolaan sampah kreatif yang digagas oleh Bank Sampah Pelangi.
Program ini telah berjalan sejak tahun 2021 dengan tujuan mengurangi volume sampah dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Warga dilatih untuk memilah dan mengolah sampah organik dan anorganik menjadi produk yang memiliki daya jual.
Ketua kelompok pengelola, Nurwati, menjelaskan bahwa sampah plastik diubah menjadi tas, dompet, dan hiasan rumah. Sementara itu, sampah organik belum bisa diproduksi karena berbagai pertimbangan.
“Produk daur ulang hasil karya warga dipasarkan di sekitar perumahan dan telah memberikan penghasilan tambahan bagi warga. Rata-rata warga mendapatkan penghasilan sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000 per bulan,” katanya, Jumat (8/8/2025).
Bank Sampah Pelangi memiliki sistem pembayaran yang fleksibel, yaitu pembayaran tunai atau sistem menabung. Warga dapat memilih untuk mengambil uang hasil menjual sampah secara tunai atau menabung untuk digunakan nanti jika dibutuhkan.
“Kami berharap adanya perhatian dari Pemerintah Daerah terkait bank sampah ini. Meskipun tidak berskala besar, namun sedikit banyak mampu berkontribusi bagi kebersihan lingkungan,” katanya.
Salah satu warga, Irma, mengaku senang dengan adanya bank sampah ini. Menurutnya, selain mendapatkan penghasilan tambahan, lingkungan sekitar tempat tinggalnya juga menjadi bersih.
“Dengan semangat inovasi dan gotong royong, warga Pandeglang telah membuktikan bahwa dari sampah pun bisa tumbuh peluang ekonomi yang menjanjikan,” katanya. (Syamsul Ma’arif)











