SERANG — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan implementasi program strategis Presiden Prabowo Subianto di Provinsi Banten telah berjalan optimal. Ia juga memperkuat program turunan melalui kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Implementasi program-program strategis Presiden Prabowo di Provinsi Banten sudah terlaksana dengan baik dan optimal,” kata Andra Soni dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).
Salah satu program yang dijalankan adalah Sekolah Rakyat atau Integrasi Komprehensif Sekolah Rakyat. Tujuannya membuka akses pendidikan dan meningkatkan keterampilan praktis bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
Saat ini Sekolah Rakyat telah berdiri di enam titik. Di Kabupaten Tangerang ada dua, yakni Sekolah Rakyat Terintegrasi Politeknik Penerbangan Indonesia dan Sekolah Rakyat Terintegrasi Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan di Kecamatan Curug. Kemudian di Kota Tangerang Selatan ada Sekolah Rakyat Menengah Atas 33, di Kota Serang Sekolah Rakyat Terintegrasi 37, serta di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
“Untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa, di Sekolah Rakyat Terintegrasi itu kita kolaborasi bersama UPTD latihan kerja milik Pemprov Banten di Tangsel maupun BBPVP di Serang,” ujar Andra.
Selain itu, Program Sekolah Garuda Transformasi telah berjalan di empat sekolah unggulan. Yakni SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS), MA Ibad Ar Rahman, SMA Labschool Cirendeu, dan SMA Kharisma Bangsa.
“Dii Sekolah Garuda itu tidak hanya memberikan beasiswa penuh bagi siswa berpotensi dari keluarga tidak mampu, tapi juga dilakukan pembinaan kurikulum standar internasional oleh tim pakar dari UI, ITB, dan UNJ,” jelasnya.
Untuk memperluas akses, Pemprov Banten juga menjalankan Program Sekolah Gratis bagi sekolah swasta dan Madrasah Aliyah swasta. Pada tahun ajaran 2026-2027, program itu menyasar 60.705 siswa kelas X dari 801 sekolah swasta dan 10.000 siswa MA.
Pemprov juga membangun tiga Unit Sekolah Baru dan Ruang Kelas Baru pada 2026. “Kami juga telah merevitalisasi 52 sekolah di tahun 2025 dan di 2026 ini ada 81 sekolah baik negeri maupun swasta yang sedang direvitalisasi,” tambah Andra.
Di sektor ketahanan pangan, Banten tercatat surplus. Pada 2025, provinsi ini masuk delapan daerah produksi padi terbesar nasional dengan total 1.774.017 ton GKG.
“Di tengah kondisi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu, kondisi komoditas pangan strategis kami masih terpenuhi dengan margin yang sangat aman,” ujarnya.
Dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah telah mencapai 88,75 persen. Sebanyak 5.108 unit dari total 5.755 unit yang tersedia telah terjual.
Untuk infrastruktur, pelaksanaan Inpres Jalan Daerah 2025 mencapai 21,13 kilometer beton setebal 20 cm di tujuh ruas jalan di Kota Serang, Kabupaten Serang, Pandeglang, Tangerang, dan Lebak. Sementara jalan aspal menggunakan pengerasan lentur 4 cm.
Program ini dilanjutkan melalui Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra. Pada 2025 telah dibangun 67,87 km infrastruktur desa dan ditargetkan bertambah 46,71 km pada 2026. Total panjang saluran irigasi saat ini 333.096 meter dengan luas areal 29.221 hektare.
Di bidang sosial dan kesehatan, Program Makan Bergizi Gratis telah menyasar 3.502.238 penerima manfaat, meliputi siswa, balita, ibu hamil, dan menyusui, dengan 1.337 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi aktif. Sementara Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 3.211.652 warga.
Untuk penguatan ekonomi desa, Koperasi Desa Merah Putih yang telah beroperasi di Banten berjumlah 740 unit, dengan 538 koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan.(Adv)

