PANDEGLANG – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, menegaskan bahwa kuliner tradisional adalah identitas dan representasi budaya bangsa yang harus dijaga keberlanjutannya.
Hal itu disampaikan Adde Rosi saat menghadiri acara Semarak Budaya Kuliner sebagai Identitas dan Representasi Budaya yang digelar di Kampung Domba, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dalam sambutannya, Adde Rosi mengatakan, Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata memiliki komitmen kuat untuk mendorong pelestarian budaya melalui pendekatan yang membumi, salah satunya melalui kuliner lokal.
“Kuliner bukan hanya soal rasa, tapi soal cerita, sejarah, dan jati diri. Kalau kita kehilangan kuliner tradisional, kita kehilangan identitas. Di Pandeglang ini saya melihat potensi besar, bagaimana kuliner, budaya beternak, dan kearifan lokal bisa menjadi satu paket wisata budaya yang kuat,” ujar Adde Rosi, Selasa (28/10/2026).
Acara tersebut menampilkan berbagai olahan makanan khas Pandeglang, Kegiatan juga diisi diskusi budaya, penampilan kesenian tradisional, dan pameran produk ekonomi kreatif.
Pada kesempatan itu, Adde Rosi mendorong agar muatan lokal kuliner khas Pandeglang didorong masuk ke dalam mata pelajaran sejarah dan kurikulum di sekolah.
Menurutnya, pengenalan kuliner sejak dini di bangku sekolah penting agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri.
“Muatan lokal kuliner khas Pandeglang harus kita dorong untuk masuk ke dalam sejarah di sekolah. Dan akan kita masukan ke dalam kurikulum. Anak-anak kita harus tahu, bangga, dan bisa menceritakan kuliner daerahnya sendiri,” tegasnya.
Selain itu, Adde Rosi juga menekankan pentingnya legalitas dan perlindungan produk UMKM.
Ia meminta pemerintah daerah untuk proaktif membantu pelaku UMKM dalam pengurusan labelisasi Halal, izin edar BPOM, dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Harus ada yang diusulkan kepada pemerintah untuk labelisasi Halal dan BPOM, sehingga HAKI-nya juga dipatenkan. Jangan sampai menunggu besar dulu, nanti malah direbut dan diklaim oleh masyarakat dari luar Pandeglang. Ini harus kita amankan dari sekarang,” ujarnya.
“Budaya harus hidup dan menghidupi masyarakatnya,” pungkas legislator Dapil Banten I tersebut.
Acara yang dihadiri ratusan warga, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan pemuda Desa Juhut itu berlangsung meriah dan penuh keakraban.(Syamsul)











