PANDEGLANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dari Fraksi Partai Demokrat dapil Banten I, Rizki Natakusumah terus mengingatkan agar masyarakat bisa lebih privasi terhadap data pribadi.
Karena, begitu banyak orang yang tidak bertanggung jawab bisa saja menyalah gunakan data pribadi yang bisa membawa dampak buruk.
“Keamanan digital. Perlindungan data pribadi data kita sebaiknya kita lindungi jangan sampai mengumbar data pribadi,” kata Rizki saat menggelar zoom, Sabtu (27/8/2022).
Menurutnya, dengan lebih canggihnya digitalisasi saat ini dikhawatirkan masih ada beberapa masyarakat yang belum memahami akan dampak positif serta negatif dari digitalisasi.
“Bagaimana masyakarat indonesia bisa memanfaatkan fasilitas digital untuk bisa lebih mengembangkan lagi. Pemerintah terus mengembangkan teknologi untuk bisa menjadi fasilitas untuk bisa menyebarkan informasi,” katanya.
Baca Juga :
- PGIN Banten Siap Geruduk KemenPAN-RB
- Klinik Utama Mata Saruni Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan
- Perumdam Pandeglang Luncurkan Gebyar Pemasangan Sambungan Baru untuk Perluas Akses Layanan Air Bersih
- Wujudkan Aspirasi Masyarakat Anggota DPRD Pandeglang Kawal Musrenbang Kecamatan
- Gubernur Banten dan Bupati Serang Fokus Tingkatkan SDM di Bidang Pendidikan
Ditegaskannya, saat ini DPR masih terus menggodok akan regulasi data pribadi. Guna, setiap masyarakat yang merasa dirugikan bisa mengadukan dan ada payung hukum yang bisa menjerat akan orang yang sudah menyalah gunakan data pribadi orang lain.
“Saat ini pemerintah dan DPR sedang berupaya memperjuangkan untuk regulasi data pribadi.
Untuk itu jangan terlalu mengumbar data pribadi karena itu bisa disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Ia mengingatkan, dalam mengoperasikan media sosial diharapkan masyarakat bisa lebih bijak untuk menyerap informasi. Karena tidak ayal banyak beberapa informasi yang hoax.
“Saring dahulu apa yang dilihat. Karena, banyak mudharat nya jangan sampai memberikan komenta yang negatif. Karena itu akan berbahaya bagi diri sendiri. Namun terkadang dengan media sosial atau dunia maya masyarakat dibuat tidak sadar sehingga banyak yang keluar dari koridor nya,” katanya. (Syamsul)











