Kedepankan Edukasi, Satlantas Polres Pandeglang Gelar Operasi Patuh Maung

Screenshot

PANDEGLANG – Operasi Patuh Maung 2026 hari ke-4 sudah digelar Satlantas Polres Pandeglang. Petugas gabungan turun langsung ke jalan untuk melakukan penertiban dan edukasi kepada para pengendara yang melintas.

Kegiatan penertiban tersebut digelar di lima titik yang selama ini dikenal rawan pelanggaran lalu lintas, yakni di wilayah Cadasari, Cigadung, Sukarela, Kadubanen, hingga kawasan Tugu Jam Alun-alun Pandeglang.

Pantauan di lapangan, petugas menghentikan sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat yang kedapatan melakukan pelanggaran kasat mata. Mulai dari tidak menggunakan helm, melawan arus, hingga kelengkapan surat-surat kendaraan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Pandeglang, IPDA Sulaiman mengatakan, pada hari ke-4 ini pihaknya masih menemukan pelanggar yang didominasi oleh pengendara sepeda motor.

“Pelanggar mayoritas pengendara roda dua tidak menggunakan helm, surat-surat tidak lengkap. Tidak punya SIM atau tidak membawa SIM. Ini masih menjadi pelanggaran yang paling banyak kita temukan di lapangan,” ujar IPDA Sulaiman kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).

Menurut IPDA Sulaiman, Operasi Patuh Maung 2026 ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan tilang. Pihaknya lebih mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif, dengan memberikan teguran serta sosialisasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas.

“Kami di lapangan tidak langsung tilang, kita edukasi dulu. Kita sampaikan bahwa helm itu untuk keselamatan diri sendiri, SIM dan STNK itu wajib dibawa. Tapi untuk pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal, tetap kita lakukan penindakan tegas,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingginya angka pelanggaran yang tidak menggunakan helm dan tidak memiliki SIM menjadi perhatian serius, karena dua hal tersebut menjadi faktor utama penyebab fatalitas saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Oleh karena itu, melalui Operasi Patuh Maung yang akan berlangsung selama 14 hari ke depan, pihaknya berharap kesadaran masyarakat Kabupaten Pandeglang untuk tertib berlalu lintas semakin meningkat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua agar mengingatkan anak-anaknya. Jangan biarkan anak di bawah umur berkendara tanpa helm dan tanpa SIM. Keselamatan itu nomor satu. Mari sama-sama kita dukung Operasi Patuh Maung 2026 ini untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di Pandeglang,” pungkas IPDA Sulaiman.

Diketahui, Operasi Patuh Maung 2026 sendiri merupakan operasi kewilayahan yang digelar Polda Banten beserta jajaran Polres secara serentak, dengan sasaran pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.(Syamsul)

error: Konten di Proteksi