HUT ke-498 Kabupaten Serang, Guru Besar UIN Banten Apresiasi Kepemimpinan Bupati Tatu

SERANG – Guru Besar Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (UIN SMH) Banten, Zakaria Syafe’i mengapresiasi  kinerja Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah selama menjabat dua periode di Kabupaten Serang.

Zakaria menilai, Ratu Tatu berkomitmen dalam mengimplementasikan program-program prioritasnya yakni pelayanan dasar untuk masyarakat.

”Salah satu program prioritas yang selesai dilaksanakan menuntaskan betonisasi di seluruh jalan kewenangan Kabupaten Serang sepanjang 601,13 kilometer. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Serang memaksimalkan betonisasi jalan desa dengan menaikan status menjadi jalan kewenangan Kabupaten Serang,” katanya, Kamis (10/9/2024).

Adapun untuk laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Serang kembali naik menjadi 3,65 persen tahun 2021, dari sebelumnya sempat tertekan sebesar minus -1,4 persen tahun 2020. Bidang kesehatan, prevalensi stunting turun drastis dari 34,43 persen tahun 2019 menjadi 27.2 persen tahun 2021.

”Atas penurunan angka stunting ini, Pemkab Serang telah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri,” katanya.

Sedangkan tingkat pengangguran Kabupaten Serang pada Agustus 2023 sebanyak 9,94 persen. Menurutnya dari angka tersebut kini sudah mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 sebanyak 10,61 persen. Angka kemiskinan juga turun, Tahun 2022 sebesar 4,96 persen, turun menjadi 4,85 persen pada tahun 2023.

”Angka ini mencatatkan Kabupaten Serang dengan angka kemiskinan terendah ketiga di Provinsi Banten,” katanya.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Serang meningkat tajam. Papar Zakaria, sempat minus 2,38 persen tahun 2020, terus meningkat menjadi 3,74 persen tahun 2021, dan tahun 2022 sebesar 5,04 persen. ”Sementara untuk IPM juga meningkat cukup signifikan. Sebesar 71,99 poin pada tahun 2022, meningkat menjadi 72,63 poin pada 2023. Angka ini termasuk dalam kelompok IPM Tinggi.

”Meski sejumlah indikator pembangunan mengalami tren positif, masih menyisakan sejumlah catatan, bahwa Pengangguran banyak di lulusan sarjana, SMA dan SMK. Hal ini perlu evaluasi secara detail dengan program di sejumlah organisasi perangkat daerah atau OPD,” katanya.(Advertorial)

error: Konten di Proteksi