LEBAK – Menjelang Akhir Tahun 2022 Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lebak melakukan pemeriksaan secara langsung pada beberapa pasar tradisional yang ada di Kabupaten Lebak.
Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan menekan kenaikan jelang akhir tahun 2022.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso mengatakan, dari hasil monitoring yang dilakukan terdapat beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga secara signifikan.
Akan tetapi, komoditas yang mengalami kenaikan harga merupakan hasil kiriman dari luar daerah.
“Secara umum ada kenaikan harga bahan pokok pada beberapa komoditi yang bukan produk dari lebak,” katanya, Rabu (28/12/2022).
Baca Juga :
- Harga Beras di Banten Masih Stabil Meski Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pemprov Siapkan Cadangan SPHP
- DPC PPP Pandeglang Gelar Konsolidasi Internal, Bentuk Panitia Muscab VI
- Insiden Penarikan Kendaraan di Serang Masuk Ranah Hukum, TNI-Polri Tegaskan Tetap Solid
- Bupati Pandeglang: Kebijakan Publik Harus Berlandaskan Keadilan Sosial
- Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Dijabarkannya, untuk komoditas bahan pokok yang kini mengalami kenaikan harga yang begitu signifikan yakni Cabai merah keriting dan bawang merah.
“Untuk cabai merah keriting dan bawang merah saat ini mengalami kenaikan harga begitu signifikan. Karena, kenaikannya itu mencapai 9 hingga 10 persen. Adapun kenaikan bahan pokok lainnya masih dibawah 1 sampai 3 persen,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Lebak-Pandeglang Umar Said memastikan, ketersediaan beras yang kini tersimpan di Gudang Bulog masih mampu memenuhi kebutuhan sampai tiga bulan. Karena, stok beras yang tersedia mencapai 950 ton.
“Saat ini ketersediaan beras bulog mencapai 950 ton yang diprediksikan mampu memenuhi kebutuhan sampai tiga bulan kedepan,” katanya. (Syamsul)











