SERANG – Potret kemiskinan di Ibu Kota Provinsi Banten masih terlihat jelas. Pasalnya, terdapat puluhan warga yang bermukim di lingkungan Ambon, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang-Banten tinggal dirumah tak layak huni. Bahkan, puluhan warga itu terancam terusir dari tanah yang mereka tempati selama ini.
Tercatat Ada 20 Kepala Keluarga (KK) yang menempati rumah beralaskan tanah dan berdinding kayu bekas.
“Tinggal sudah puluhan tahun, sejak suami masih ada. Tapi kalau sekarang suami saya sudah meninggal jadi tinggalnya sekarang sama anak dan mantu saja. Kalau tanah ini memang punya orang kita hanya menempati saja,” kata Juhariah yang merupakan warga lingkungan ambon, Senin (25/9/2023).
Baca Juga :
- Pemkot Serang Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
- Kopti Family Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadan
- PGIN Banten Siap Geruduk KemenPAN-RB
- Klinik Utama Mata Saruni Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan
- Perumdam Pandeglang Luncurkan Gebyar Pemasangan Sambungan Baru untuk Perluas Akses Layanan Air Bersih
Dia mengakui, sejauh ini bantuan sosialisasi (Bansos) dair Pemerintah kerap diterima. Hanya saja, bantuan untuk perbaikan rumah belum terealisasi lantaran status tanah yang bukan menjadi kepemilikan warga lingkungan ambon.
“Bantuan dari Pemerintah berupa bansos terus mengalir ke warga. Tapi untuk bantuan perbaikan rumah tidak dapat, karena warga disini tidak memiliki tanah bersertifikat. Harus beli tanah disini tuh per meternya Rp500 ribu,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT Lingkungan Ambon Lihin mengaku, saat ini para warga yang bermukim di wilayah tersebut hanya memiliki waktu empat bulan. Lantaran, tanah yang mereka tempati bakal dijual oleh pemilik nya.
“Empat bulan lagi tanah ini akan di jual. Mata pencaharian warga disini merupakan buruh harian ,ada yang ke pabrik kayu ke sawah, ya kalo disini warga yang nempati disini bukan hak milik. Jadi suatu saat pemilik tanah membutuhkan warga harus menerima,” katanya.
Sementara itu, Lurah Margaluyu Otong Antono mengatakan, kemsikinan bukan hanya ada di lingkungan Ambon tapi terdapat juga dibeberapa wilayah lain yang berada di Kelurahan Margaluyu.
“Program pengentasan kemiskinan sudah di usulkan bantuan ke Pemerintah. Data warga miskin di Kelurahan Margaluyu tercatat kurang lebih ada 600 kepala keluarga,” katanya. (Hend/Syam)











