SERANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten M. Nawa Said Dimyati meminta agar Pemerintah Provinsi Banten memikirkan nasin ribuan honorer di Banten.
Karena, saat ini pemerintah sudah berencana bakal menghapuskan tenaga honorer.
Disebutkannya, kebijakan pemerintah melalui Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Ribuan tenaga honorer termasuk tenaga pendidik atau Guru serta Tenaga Kesehatan di Banten akan terkena imbasnya.
Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Cak Nawa, menilai imbas dari penghapusan tenaga honorer di bidang pendidikan bakal memberikan dampak terhadap sektor pendidikan. Dengan demikian, ia meminta kebijakan tersebut dikaji ulang.
“Harusnya sebelum membuat kebijakan di kaji terlebih dahulu secara komprehensif. Jika honorer di tiadakan di tahun 2023 nanti, nasib pendidikan dan tenaga kesehatan di banten bisa mengalami problem besar, karena tenaga pendidiknya dan kesehatannya pasti akan kurang,” katanya Saat dutemi diruang kerjanya, Selasa (7/6/2022).
Baca Juga :
- MUI Pandeglang Minta Sanksi Tegas untuk Oknum ASN yang Diduga Terlibat LGBT
- Laskar Biru Bersihkan Lingkungan Stadion Badak Pandeglang, Ajak Warga Jaga Kebersihan
- Ditreskrimum Polda Banten Tangkap 3 Pelaku Pemerasan PT Gandasari Energi, Ancam Duduki Kapal
- Wabup Serang Terima 3 Guru Muda Astra, Dorong Peningkatan Mutu SD di Cikande
- DPRD Pandeglang Soroti 4 Proyek DPUPR Jadi Temuan BPK, Minta Kontraktor Kembalikan Kelebihan Bayar Rp222 Juta
Dirinya juga meminta kepada seluruh honorer di Banten agar tetap tenang dan berjuang sesuai dengan aturan. Kata Cak Nawa pihaknya juga tidak akan tinggal diam dan akan ikut berjuang memperjuangkan harapan-harapan para tenaga honorer.
“Semangat dan berjuang melalui koridor yang ada, baik itu upaya eksekutif review atau legislatif review. Kalau itu tidak bisa maka harus dilakukan yudisial review,” tandasnya. (Syam)











