Katakita – Kontroversi yang melingkupi drama Korea
Snowdrop belakangan ini kian memanas. Diwartakan Soompi, petisi yang memprotes drakor yang dibintangi
Jung Hae In dan Jisoo Blackpink ini telah menembus 300 ribu tanda tangan pada Selasa (21/12/2021) kemarin.
Angka ini jauh melampaui target 200 ribu paraf, jumlah pendukung yang disyaratkan agar petisi ini direspons pemerintah. Melihat kondisi semakin berlarut-larut, JTBC akhirnya buka suara.
“Setelah penayangan Snowdrop, kontroversi yang berdasarkan informasi keliru tidak kunjung padam, jadi kami merilis pernyataan,” tutur pihak stasiun TV.
Baca Juga :
- Proyek Server Firewall Diskominfo Banten Senilai Rp1,4 Miliar Digarap Kejati
- PT Tirta Fresindo Jaya Bangun Sumur Warga di Cadasari, Wujud CSR untuk Kebutuhan Air Bersih
- Pandeglang Dapat Ratusan Program Bantuan Rumah Kumuh dari Kementerian PKP
- Bupati Serang Kunjungi Korban Pelecehan Seksual di Waringinkurung
- Bupati Serang Ratu Zakiyah Desak DPUPR Segera Bangun Jalan Rusak di Kemuning
“Pertama-tama, latar dan motif dari insiden penting di Snowdrop adalah masa rezim militer. Dengan latar belakang ini, ceritanya berisi kisah fiktif dari partai
berkuasa yang berkolusi dengan pemerintah Korea Utara untuk melanggengkan kekuasaan,” tutur pihak JTBC.
Pihak TV juga menyatakan Snowdrop sebagai sebuah karya kreatif yang bercerita tentang kisah personal dari
orang-orang yang dimanfaatkan dan menjadi korban kekuasaan. Hal lain yang jadi penekanan JTBC adalah
soal gerakan demokratisasi di Snowdrop.
“Tak ada mata-mata yang memimpin gerakan demokratisasi dalam Snowdrop. Bintang utama pria dan wanita tidak diperlihatkan berpartisipasi di dalam atau
memimpin gerakan demokratisasi di episode 1 dan 2, maupun dalam naskah untuk ke depannya,” pungkasnya.



