Katakita – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Kabupaten Pandeglang, yang dijadikan sebagai RS rujukan di Kabupaten Pandeglang mengalami kekosongan obat. Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang sudah menganggarkan sebesar Rp12 miliar untuk pembelian obat.
Yang mana, anggaran sebesar Rp12 miliar dialokasikan dari Anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Murni sebesar Rp6 miliar dan perubahan Rp6 miliar.
Kekosongan obat ini terungkap saat salah seorang pasien yang menggunakan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) harus mencari obat ke luar rumah sakit.
Baca Juga :
- Harga Minyakita di Pasar Baros Tembus Rp20 Ribu, Lampaui HET Pemerintah
- 24 SMP Swasta di Kota Serang Gratiskan SPP, Dapat Bantuan Bosda dari Pemkot
- Bupati Serang Dorong Mancak Fest Jadi Agenda Tahunan, Target Tarik Wisatawan Luar Daerah
- Sekda Serang Target Kontingen Juara Umum POPDA dan PEPARPEDA 2026, 238 Atlet Diberangkatkan
- Bupati Pandeglang Tekankan Peran Strategis Desa di Rakernas APDESI Merah Putih 2026
Humas RSUD Berkah Pandeglang, dr. Achmad Chubaesi berdalih, hanya beberapa item obat saja yang kini mengalami kekosongan. Akan tetapi, pihaknya tidak merinci jenis obat yang kini tidak tersedia di RSUD tersebut.
“Betul, ada beberapa item obat yang harus dibeli diluar oleh pasien, karena pasokan habis,” kata Chubaesi, Rabu (15/12/2021).
Disebutkannya, salah satu faktor terjadinya kelangkaan obat dikarenakan saat ini RSUD masih memiliki tunggakan pada pihak penyedia. Yang menyebabkan pasokan obat kini tidak di distribusikan.
“Pasokan obat dihentikan karena kami masih memiliki utang ke penyedia. Saya lupa utangnya berapa, tapi yang jelas seperti itu keadaanya,” katanya.
Ia beralasan, meski saat ini pasien yang menggunakan layanan BPJS mengambil obat di luar rumah sakit (Apotek-red) tetap geratis karena ia menegaskan pihak RSUD sudah bekerjasama dengan apotek yang berada diluar Rumah Sakit.
“Ketika mengambil obat di apotik nanti dicatat. Nah lalu kami ganti nanti,” pungkasnya.











