Katakita – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Kabupaten Pandeglang, yang dijadikan sebagai RS rujukan di Kabupaten Pandeglang mengalami kekosongan obat. Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang sudah menganggarkan sebesar Rp12 miliar untuk pembelian obat.
Yang mana, anggaran sebesar Rp12 miliar dialokasikan dari Anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Murni sebesar Rp6 miliar dan perubahan Rp6 miliar.
Kekosongan obat ini terungkap saat salah seorang pasien yang menggunakan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) harus mencari obat ke luar rumah sakit.
Baca Juga :
- Harga Beras di Banten Masih Stabil Meski Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pemprov Siapkan Cadangan SPHP
- DPC PPP Pandeglang Gelar Konsolidasi Internal, Bentuk Panitia Muscab VI
- Insiden Penarikan Kendaraan di Serang Masuk Ranah Hukum, TNI-Polri Tegaskan Tetap Solid
- Bupati Pandeglang: Kebijakan Publik Harus Berlandaskan Keadilan Sosial
- Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Humas RSUD Berkah Pandeglang, dr. Achmad Chubaesi berdalih, hanya beberapa item obat saja yang kini mengalami kekosongan. Akan tetapi, pihaknya tidak merinci jenis obat yang kini tidak tersedia di RSUD tersebut.
“Betul, ada beberapa item obat yang harus dibeli diluar oleh pasien, karena pasokan habis,” kata Chubaesi, Rabu (15/12/2021).
Disebutkannya, salah satu faktor terjadinya kelangkaan obat dikarenakan saat ini RSUD masih memiliki tunggakan pada pihak penyedia. Yang menyebabkan pasokan obat kini tidak di distribusikan.
“Pasokan obat dihentikan karena kami masih memiliki utang ke penyedia. Saya lupa utangnya berapa, tapi yang jelas seperti itu keadaanya,” katanya.
Ia beralasan, meski saat ini pasien yang menggunakan layanan BPJS mengambil obat di luar rumah sakit (Apotek-red) tetap geratis karena ia menegaskan pihak RSUD sudah bekerjasama dengan apotek yang berada diluar Rumah Sakit.
“Ketika mengambil obat di apotik nanti dicatat. Nah lalu kami ganti nanti,” pungkasnya.











