Bangunan Pabrik Porang Rp14 Miliar, Pemkab Pandeglang Tak Miliki Data Petani Porang

Foto Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta saat di wawancarai wartawan (Katakita.co)
Foto Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta saat di wawancarai wartawan (Katakita.co)

PANDEGLANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta menyebut, belum mengetahui jumlah petani dan luasan perkebunan porang di Kabupaten Pandeglang.

Padahal, pada 2022 tahun lalu Pemkab Pandeglang membangun Pabrik porang di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang dengan menghabiskan anggaran Rp14 miliar.

“Belum ada data dari pertanian ke saya (jumlah petani porang-red),” katanya, Jumat (14/6/2024).

Menurutnya, berdirinya pabrik porang di Kabupaten Pandeglang bukan merupakan usulan dari Pemerintah Daerah.  Tetapi, anggadan itu dialokasikan secara khusus oleh Bapenas untuk Kabupaten Pandeglang guna pembangunan pabrik porang.

Dia berdalih, kucuran anggaran Rp14 miliar untuk pembangunan Pabrik porang itu karena Bapenas memiliki data bahwa di Kabupaten Pandeglang tercatat kurang lebih sebanyak 200 hektare lahan porang.

“Bangunan porang ini bukan usulan tapi dari Bapenas langsung dan tercatat di bapenas lahan porang di Kabupaten Pandeglang kurang lebih kalau tidak salah ada 200 ribu hektare,” katanya. 

Dia mengaku sudah melakukan verifikasi bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang perihal data petani porang yang tercatat di Bapenas tersebut. Katanya, dari hasil verifikasi itu jumlah lahan perkebunan porang di Kabupaten Pandeglang tidak sesuai dengan data yang tercatat di Bapenas.

“Kita sempat survey ke lapangan ternyata jumlah porang di Kabupaten Pandeglang tidak sebanyak itu (data bapenas-red). Berarti waktu data laporan di bapenas itu sedikit tidak sinkron,” katanya. 

Saat ditanya perihal pembinaan terhadap petani porang di Kabupaten Pandeglang, Sekda menyebut tidak mengetahui apakah para petani porang itu sudah dilakukan pembinaan oleh Dinas.

“Kalau saya katakan belum ada pembinaan nanti saya takut salah, namun akan saya komunikasikan dengan dinas pertanian,” katanya.

error: Konten di Proteksi