PANDEGLANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang mendapat sorotan dari DPC Patriot Pemersatu Banten Nasional Indonesia (PPBNI) Kabupaten Pandeglang lantaran dituding tidak transparan dalam menyampaikan anggaran untuk kegiatan sosialaisai yang dialokasikan dari anggaran PMK 212.
Sekretaris DPC Patriot PPBNI Ilham Kami nendesak agar DLH Pandeglang harus terbuka perihal anggaran yang dipergunakan untuk kegiatan sosialaisai yang diikuti oleh para pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK).
“Seharusnya kepala dinas selaku pelayan masyarakat harus menjelaskan ke publik, agar masyarakat tahu kemana saja anggaran tersebut diperuntukan. Karena ini menyangkut anggaran rakyat, bukan anggaran pribadi atau warisan keluarga.
DLH Kabupaten Pandeglang disinyalir menutup akses pelayanan publik ,hal ini terlihat tidak trasparanasi berapa besar anggaran PMK 212 pada tahun 2023 yang dikelola DLH,” katanya, Rabu (13/9/2023).
Baca Juga :
- TFJ Pandeglang Gelar CSR Bedah Rumah Kedua di Desa Cadasari
- DPKPP Pandeglang Gulirkan Program BSPS di 22 Kecamatan
- Gemilang! Era Budi Rustandi, Pemkot Serang Sabet 5 Penghargaan BKN Sekaligus
- Personel Polresta Serang Kota Cek TKP Dugaan Penemuan Mayat di Parkiran Mall Ramayana
- Era Budi, Pemkot Serang Raih Penghargaan Infrastruktur Tingkat Nasional
Menurutnya, ketika anggaran yang kini dikelola DLH untuk kegiatan sosialaisai tidak dijabarkan kepada publik. Kendati demikian DLH Pandeglang telah melanggar ketentuan Undang-undang tentang keterbukaan informasi publik.
“Karena yang saya tahu yang namanyanya anggaran negara harus diketahui publik dan sifatnya bukan suatu rahasia negara. Terbuka dalam penggunaan aggaran negara itu di atur oleh Undang-undang,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang RT Tanti Darmiasih mengaku tidak bisa menjabarkan perihal anggaran yang kini pihaknya kelola untuk kegiatan sosialaisai. (Syamsul)











