PANDEGLANG – Adanya permohonan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji bersubsidi ukuran 3 Kilo gram, ditanggapi serius oleh pihak Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang.
Menanggapi usulan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Pandeglang, Agus Sopian meminta untuk tidak menaikkan harga gas melon. Karena, bisa memberatkan kepada masyarakat.
“Disaat harga BBM alami kenaikan ini, kami harap gas elpiji bersubsidi tidak ikut-ikutan naik lah. Karena situasi masyarakat lagi berat dengan kenaikan harga BBM ini,” kata Agus Sopian, Kamis (8/9/2022).
Baca Juga :
- Pemkot Serang Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
- Kopti Family Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadan
- PGIN Banten Siap Geruduk KemenPAN-RB
- Klinik Utama Mata Saruni Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan
- Perumdam Pandeglang Luncurkan Gebyar Pemasangan Sambungan Baru untuk Perluas Akses Layanan Air Bersih
Bahkan, pihaknya mengaku hingga sejauh ini belum mengetahui adanya usulan permohonan kenaikan HET gas elpiji 3 kilogram tersebut, tentu pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu. Namun, harapan besarnya tidak ada kenaikan harga.
Saat ditanya apakah pihaknya setuju atau tidak ada usulan kenaikan HET Lpg tersebut. Agus mengaku, harus dikaji dulu jika benar ada usulan kenaikan harga.
“Kondisi ekonomi masyarakat lagi sulit, Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, tarif listrik naik. Ya harapannya gas elpiji 3 kilogram ini harganya tidak ikut naik juga,” katanya.
Dalam waktu dekat ini, pihaknya mengaku bakal memanggil terlebih dahulu hiswana migas untuk menjabarkan perihal dari permohonan kenaikan harga elpiji tersebut.
“Kami akan panggil dan harus tahu apa alasan dari permohonan kenaikan harganya,” katanya. (Syamsul)











