Katakita – Musim ini tidak ada lagi nama Valentino Rossi dalam gird MotoGP. Bahkan, pebalap The Doctor itu memutuskan gantung helm setelah berlaga di MotoGP selama 20 tahun.
Tenyata, akhir peran dari Rossi itu mendapat tanggapan dari salah satu rival nya yang terkuat dalam dunia MotoGP yakni March Marques. Dimana, setelah mundurnya Rossi dalam duni motor menjadikan March Marques memiliki peluang untuk menyamai 9 gelar yang sudah didapat oleh pembalap italia tersebut.
Baca Juga :
- Harga Beras di Banten Masih Stabil Meski Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pemprov Siapkan Cadangan SPHP
- DPC PPP Pandeglang Gelar Konsolidasi Internal, Bentuk Panitia Muscab VI
- Insiden Penarikan Kendaraan di Serang Masuk Ranah Hukum, TNI-Polri Tegaskan Tetap Solid
- Bupati Pandeglang: Kebijakan Publik Harus Berlandaskan Keadilan Sosial
- Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Dalam pernyatannya saat menggelar konferensi pers March menyebut bahwa Valentino Rossi bukanlah ‘lawan’ utamanya dalam beberapa tahun terakhir dalam ajang perebutan juara dunia.
“Maksud saya dia (Valentino-red) bukanlah lawan utama untuk perebutan gelar. Dalam beberapa tahun terakhir saya mencari pembalap tercepat,” kata March, dikutip dari crash.
Disebutkannya, pembalap tercepat selama ini bukanlah Valentino melainkan sudah muncul beberapa nama yang dinilai memjadi rival nya.
“Pembalap cepat saat ini adalah Pecco, Quartararo dan Mir (tahun 2020-red). Tentu saja MotoGP kehilangan ikon, tetapi MotoGP terus berlanjut. Saya pikir ini akan menjadi musim yang bagus,” harapnya.
Ia berambisi pada 2022 mampu menjadi juara dalam laga MotoGP.
“Tentu saja pada 2022 saya ingin memperjuangkan gelar, untuk GP Qatar saya mungkin belum siap, tetapi selama akhir pekan kita akan melihat dimana kita akan berada,” tandasnya. (Red)











