Pernah Jabat Kadisperindag, Sekda Pandeglang Tidak Tahu Penyebab Pabrik Porang Terbengkalai

Foto situasi pabrik porang di Kecamatan Panimbang yang terlihat tidak ada aktivitas (Katakita.co)
Foto situasi pabrik porang di Kecamatan Panimbang yang terlihat tidak ada aktivitas (Katakita.co)

PANDEGLANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai kendala belum beroperasinya pabrik pengolahan porang atau Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) yang dibangun di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Padahal Pabrik yang menghabiskan uang negara sebesar Rp14 Miliar tersebut digadang-gadang bisa mengolah umbi porang hinga 10 Ton per hari.

“Secara teknisnya saya tidak tahu, mungkin Disperindag Pandeglang tahu lebih detail. Tapi, mungkin karena biaya operasional dengan hasil produksi tidak sesuai atau soal kapasitas mesinnya,” katanya saat ditemui wartawan, Jumat (14/6/2024).

Sebelumnya dia sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Pandeglang, dia berdalih saat ini pihaknya tengah mencari solusi supaya pabrik pengelolaan umbi porang itu bisa optimal.

“Saya saat ini tengah fokus pada bagaimana SIKM Porang bisa beroperasi dan salah satu upayanya adalah mengoptimalkan Mesin Porang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Pandeglang, Bun Bun Buntaran membenarkan, bakal ada penambahan optimalisasi mesin penepung dan pengering sebesar Rp2,7 Miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2024.

“Kita tahun ini dapat DAK yaitu optimalisasi mesin. Itu untuk mengoptimalkan mesin yang sudah ada supaya beroperasi dengan baik, menghasilkan tepung dan lainnya sesuai harapan,”kata Bunbun, Senin (10/6/2024).

“DAK itu kita ditawari lagi oleh Bapenas melalui Kementerian Penindustrian. Di Indonesia hanya ada dua yang dapat yakni, Lobok dengan Pandeglang. Mereka ingin pabrik ini optimal, untuk mesin itu sebesar Rp2,7 Miliar,” katanya. (Syamsul)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

error: Konten di Proteksi