SERANG – Guna menambah ilmu dan wawasan Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA) yang tengah melaksanakan Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang-Banten mengunjungi situs dan cagar budaya Bendungan Lama Pamarayan.
Sebanyak 17 mahasiswa yang melaksanakan KKM di Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang-Banten.
Ketua KKM Kelompok 18 M Inggrit Wijaya mengatakan, banyak ilmu yang bisa dipetik usai mengunjungi situs dan cagar budaya di Bendungan Lama Pamarayan.
“Dengan mendatangi dan melihat langsung ke Bendungan ini ternyata banyak ilmu yang bisa diambil setelah mengetahui pemaparan dari penjaga bendungan ini,” kata Inggrit, Minggu (24/7/2022).
Baca Juga :
- Satpol PP Serang Beri Tenggat 4 Hari untuk Bongkar Mandiri Bangli di Kibin
- Harga Minyakita di Pasar Baros Tembus Rp20 Ribu, Lampaui HET Pemerintah
- 24 SMP Swasta di Kota Serang Gratiskan SPP, Dapat Bantuan Bosda dari Pemkot
- Bupati Serang Dorong Mancak Fest Jadi Agenda Tahunan, Target Tarik Wisatawan Luar Daerah
- Sekda Serang Target Kontingen Juara Umum POPDA dan PEPARPEDA 2026, 238 Atlet Diberangkatkan
Juru Rawat Bendungan Lama Pamarayan, Jamaludin Ugaeni sedikit memaparkan mengenai sejarah terbangunnya bendungan pamarayan lama tersebut.
Menurutnya, bukan waktu yang singkat untuk bisa membangun bendungan lama pamarayan tersebut. Karena, hampir 30 tahun lamanya bendungan lama pamarayan dikerjaan dengan jumlah pekerja sebanyak 250.000 orang.
“Pada tahun 1914 besi-besi baja didatangkan dan dengan jumlah tenaga kerja 250.000 orang dengan kurun waktu 30 tahun lamanya, karena masih dikerjakan manual. Bedungan ini memiliki pintu utama sebanyak 10 pintu dan tujuh pintu irigasi, dengan fungsi untuk membendung dan mengalirkan air ke irigasi irigasi, dengan panjang bangunan 150 meter dan dengan luas sungai 100 meter serta tinggi bangunan 35 meter, dengan jumlah biaya yang dihabiskan 5 juta golden,” katanya. (Syamsul)











