PANDEGLANG – Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) meminta agar pelaksana proyek kawasan konservasi Badak Cula Satu melalui program Javan Rhino Study and Convservation Area (JRSCA) di Kabupaten Pandeglang-Banten. Segera merampungkan proses pekerjaannya. Karena, para pelaksana hanya memiliki waktu pelaksanaan hingga Desember 2022 mendatang.
“Mau tidak mau Desember 2022 ini harus selesai semua pekerjaannya. Karena kalau tidak selesai kami tidak akan membayar. Dan kami membayar sesuai apa yang terpasang saja,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) JRCA BTNUK Karso Susanto, Senin (24/10/2022).
Baca Juga :
- Budi Rustandi Paparkan Capaian Kota Serang di HUT ke-19, Andalkan Kolaborasi Hadapi APBD Terbatas
- Walikota Serang Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Serang ke-19 Tahun
- Bapenda Serang Buka Warung BPHTB di Ciruas
- DPRD Kota Serang Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Serang yang ke-19 Tahun
- Kejar PAD, DPRD Banten Godok Perda Tambang
Dikatakannya, saat ini masih ada delapan paket proyek yang masih dalam tahap pelaksanaan. Dimana, kedelapan paket itu dipastikan sudah mencapai progres 70 persen.
“Kurang lebih saat ini dari delapan proyek itu progresnya masuk 70 persen rata-ratanya,” katanya.
Meski saat ini kondisi cuaca di Kabupaten Pandeglang kerap mengalami hujan. Namun, Karso memastikan progres pekerjaan proyek JRSCA bisa rampung pada Desember 2022 mendatang.
“Saya optimis, meski kondisi cuaca saat ini sering terjadi hujan dan memang sudah masuk ke musim penghujan tapi yakin pasti bisa selesai pada desember semuanya,” tegasnya.
Total proyek JRSCA di Taman Nasional Ujung Kulon yakni sebanyak 12 paket. Akan tetapi, dari jumlah tersebut yang pekerjaannya sudah rampung sebanyak empat paket. Ditegaskannya, setiap progres yang dilaksanakan pihaknya kerap melakukan koordinasi dengan inspektorat.
“Setiap bulan inspektorat selalu melakukan pemeriksaan mulai dari 40 persen. Dan selalu mengecek progres nya,” katanya. (Syamsul)











