
Katakita – Pengurus Cabang Gerakann Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Pandeglang, mendesak pemangku kebijakan selesaikan segudang masalah di Pandeglang.
Sebab, pihaknya mengantongi beberapa persoalan yang sedang difokuskan kajian, mulai dari persoalan kemiskinan, carut marutnya Jakamantul, dan markup BOP Paud yang masih menggantung.
Ketua PC GMNI Pandeglang, Tb. Muhammad Afandi mengatakan, pihaknya menyoroti persoalan ketimpangan proyek Jakamantul yang diduga terdapat koordinator proyek.
“Kami melihat Pandeglang hari ini seperti seribu masalah dan sejuta mafia, karena sampai saat ini pemangku kebijakan tidak bisa menyelesaikan persoalan kemiskinan, hingga pembangunan infrastruktur yang diduga memiliki jejaring mafia (koordinator proyek), karena terlihat dari infrastruktur dengan kualitas lnya yang tidak baik,” katanya, Rabu (23/2/2022).
Baca juga:
- Peringati Hari Jadi ke-500, Bupati Serang Ziarah dan Santuni Anak Yatim
- DPRD Kabupaten Pandeglang Mengucapkan Dirgahayu Banten Provinsi Banten ke-26 Tahun
- TFJ Pandeglang Gelar CSR Bedah Rumah Kedua di Desa Cadasari
- DPKPP Pandeglang Gulirkan Program BSPS di 22 Kecamatan
- Gemilang! Era Budi Rustandi, Pemkot Serang Sabet 5 Penghargaan BKN Sekaligus
Pihaknya menilai beberapa kasus yang hingga hari ini belum diselesaikan, seperti markup BOP Paud, pengadaan tablet, ditambah lagi saat ini ada program Jakamantul.
“Ketika berbicara penyelesaian kasus, seharusnya pihak pemangku kebijakan bisa menyelesaikan kasus-kasus itu, jangan jadi macan ompong,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Ketua PC IMM Pandeglang, Sadin Maulana menuturkan, pihaknya menyoroti masalah kemiskinan yang ada di Kabupaten Pandeglang.
“Pemerintah daerah harus membuka mata, lihat persoalan kemiskinan dan jaminan kesehatan masyarakat miskin itu harus diselesaikan, tolong berikan kerja nyata dari janji politiknya,” katanya. (De)***











