Gubernur Andra Soni: Stok Listrik di Banten Surplus

SERANG — Gubernur Banten Andra Soni memastikan pasokan listrik di Provinsi Banten saat ini surplus 30 persen dari kebutuhan. Dengan cadangan daya 3.750 megawatt, ia menjamin pasokan untuk industri aman dan siap mendukung investor yang akan masuk ke Banten.

Hal itu disampaikan Andra Soni usai menerima kunjungan General Manager PLN UID Banten yang baru, Tonny Bellamy, bersama jajaran di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Jumat (31/7/2026).

Andra menyebut, Banten merupakan daerah pemasok listrik untuk wilayah Jawa dan Bali melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV.

“Dengan jumlah ketersediaan listrik yang cukup besar itu, saya menjamin pasokan untuk industri aman. Ini juga sebagai dukungan untuk menjadikan Provinsi Banten sebagai daerah pusat industri hilirisasi,” ujar Andra.

Selain untuk industri, cakupan aliran listrik ke rumah tangga di Banten juga sudah mencapai 99,94 persen. Hanya tersisa satu titik yang belum teraliri, yakni di Pulau Tunda, Kabupaten Serang.

“Itu dalam waktu dekat akan diselesaikan sehingga capaiannya dipastikan sudah 100 persen untuk aliran listrik ke rumah tangga,” katanya.

Di tempat yang sama, GM PLN UID Banten Tonny Bellamy menegaskan pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Insya Allah dengan cadangan daya yang ada kita bisa memanfaatkan untuk sambungan ke industri, pusat bisnis dan masyarakat, sehingga perekonomian di Banten bisa semakin maju,” ujar Tonny.

Ia menambahkan, sumber cadangan daya tersebut berasal dari sejumlah pembangkit listrik yang terkoneksi ke enam subsistem Jawa, Madura, dan Bali melalui aliran SUTET. Termasuk dari pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan atau EBT.

Pemerintah Provinsi Banten sendiri terus mendorong hilirisasi industri di wilayahnya. Dengan jaminan pasokan listrik yang melimpah, diharapkan minat investor untuk berinvestasi di Banten semakin meningkat.(Suhendi/Syam)

error: Konten di Proteksi