Petani Malingping Butuh Jalan Usaha Tani untuk Tekan Biaya Angkut Gabah

LEBAK – Petani di Desa Rahong dan Bolang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, masih membutuhkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Keberadaan JUT dinilai penting untuk menekan biaya angkut hasil panen dari tengah sawah ke jalan utama.

Luas lahan pertanian di kawasan pesawahan Bolang–Rahong mencapai sekitar 400 hektare. Saat ini petani masih mengandalkan tenaga panggul untuk mengeluarkan gabah ke pinggir jalan.

“Jelas ini untuk membongkar kerugian para petani, di antaranya dalam sistem ongkos panggul. Ongkos panggul gabah dari sawah ke pinggir jalan saat ini Rp50.000. Namun jika JUT sudah ada, ongkos bisa turun menjadi Rp15.000–Rp35.000,” kata Soleman dari Kelompok Tani, Selasa (28/6/2026).

Menurut Soleman, masyarakat bersama kelompok tani telah menggagas dan memasang patok lokasi JUT. Kini mereka berharap Pemerintah Provinsi Banten segera turun tangan mewujudkan pembangunan.

“Udah digagas oleh masyarakat, udah pernah bisa pasang patok di sini, kerja sama masyarakat, sama-sama para kelompok tani dari sini udah dipatok,” ujarnya.

Produksi padi di pesawahan ini mencapai 7–8 ton per hektare pada musim tanam pertama. Sementara pada musim tanam kedua, produktivitas turun menjadi 5–6 ton gabah per hektare.

Soleman menyebut, perbaikan jalan desa sudah berdampak positif karena tumpukan gabah di pinggir jalan tidak lagi terjadi. Namun petani belum sepenuhnya terbantu tanpa adanya JUT.

“Lalu lintas angkut padi saat ini sudah bagus karena tidak pernah ada tumpukan gabah di pinggir jalan. Tapi petani belum merdeka lantaran masih kekurangan jalan usaha tani di dua titik, yakni Rahong dan Bolang,” katanya.

Pemerintah didesak memprioritaskan pembangunan JUT di dua desa tersebut agar biaya produksi petani bisa ditekan dan hasil panen meningkat.(Suhendi/Red)

error: Konten di Proteksi