PANDEGLANG – Mar’ah (60) Warga Kampung Cikujang, Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang-Banten. Kini harus menumpang di rumah tetangganya untuk tetap bisa bertahan hidup. Karena, rumah yang ia miliki sudah rata dengan tanah lantaran disapu oleh angin.
Eko Susanto, warga kampung Cikujang, mengatakan, sampai saat ini belum adanya perhatian dari pihak pemerintah. Padahal, kondisi rumah Mar’ah sudah tidak bisa lagi diperbaiki.
“Kasihan memang kondisi rumahnya sudah tidak layak huni akan tetapi kami harap pemerintah untuk segera turun ke lokasi mengecek kondisi rumah yang benar benar sudah ambruk,” katanya, Kamis (17/11/2022).
Sementara itu Ketua Rukun Tetangga (RT) membenarkan kalau kondisi rumah nenek Mar’ah sudah tidak bisa lagi ditempati. Rumah Mar’ah ambruk sejak satu bulan lalu dan kini Mar’ah terpaksa harus menumpang dirukah tetangganya.
Baca Juga :
- Proyek Server Firewall Diskominfo Banten Senilai Rp1,4 Miliar Digarap Kejati
- PT Tirta Fresindo Jaya Bangun Sumur Warga di Cadasari, Wujud CSR untuk Kebutuhan Air Bersih
- Pandeglang Dapat Ratusan Program Bantuan Rumah Kumuh dari Kementerian PKP
- Bupati Serang Kunjungi Korban Pelecehan Seksual di Waringinkurung
- Bupati Serang Ratu Zakiyah Desak DPUPR Segera Bangun Jalan Rusak di Kemuning
Pihaknya mengaku sudah beranca untuk melakukan pembangunan kembali rumah Mar’ah secara swadaya. Ditegaskannya, sejauh ini pemerintah belum ada yang datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan perihal kondisi rumah Mar’ah.
“Insyalllah dalam Minggu ini kami warga akan melakukan swadaya membangun rumah nenek Mar’ah. Terkait bantuan dari pemerintah kami juga sangat berharap pemerintah bisa membantu baik pusat maupun daerah,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Tanjungan Asep kepda wartawan membenarkan perihal ambruknya rumah nenek Mar’ah.
“Mudah-mudahan dalam Minggu ini kami akan melakukan pembangun rumah nenek secara swadaya. Agar nenek bisa kembali menempatinya,”pungkasnya. (*/Syamsul)











