Katakita- Sejumlah petani di Kabupaten Pandeglang mengeluhkan akan langkanya pupuk bersubsidi. Padahal, saat ini pupuk menjadi kebutuhan utama petani untuk menunjang kebutuhan dari tanaman petani.
Kelangkaan pupuk subsidi itu kini dirasakan oleh petani sayur dan petani cabai. Karena, disetiap toko yang menjual kebutuhan petani tidak menyediakan pupuk bersubsidi. Tentu, hal itu berdampak akan jumlah modal yang dikeluarkan petani kian membengkak. Lantaran, pupuk non subsidi dibandrol dengan harga yang tinggi.
Yang mana, kelangkaan pupuk ini sudah dirasakan oleh para petani sejak dua bulan terakhir.
Baca Juga :
- Lapas Serang Gelar Senam Bersama WBP, Dukung Pembinaan Fisik dan Mental
- Disnakertrans Serang Gelar Pelatihan K3, Teknik AC, dan Hospitality Bersertifikat BNSP
- Ratusan Babinsa Apel di BIS, Danrem: Tugas Kami Solusi Masalah Warga
- Delapan Tersangka Curanmor Dibekuk Polres Pandeglang, 16 Motor Diamankan
- Kenaikan Pertamax Bikin Penjualan Pertalite di SPBU Kota Serang Naik 10 Persen, Ojol Kewalahan
“Sekarang menggunakan pupuk kandang dan pupuk nonsubsidi pupuk urea dengan seharga Rp125 ribu perkarung,” kata Sukra ibrahim Ketua Kelompok Tani Karang Sejahtera di Pandeglang, Senin (13/12/2021).
Untuk itu, dengan kelangkaan pupuk subsidi yang menjadi kebutuhan masyarakat membawa dampak terhadap kenaikan harga sembako yang ada di pasaran saat ini.
“Selain pupuk nonsubsidi mahal dan pupuk subsidi sudah langka kita sebagai petani keluhkan kelangkaan pupuk subsidi, harga cabai naik selain pupuk mahal dan faktor cuaca buruk juga,” tambahnya.











