Katakita- Sejumlah petani di Kabupaten Pandeglang mengeluhkan akan langkanya pupuk bersubsidi. Padahal, saat ini pupuk menjadi kebutuhan utama petani untuk menunjang kebutuhan dari tanaman petani.
Kelangkaan pupuk subsidi itu kini dirasakan oleh petani sayur dan petani cabai. Karena, disetiap toko yang menjual kebutuhan petani tidak menyediakan pupuk bersubsidi. Tentu, hal itu berdampak akan jumlah modal yang dikeluarkan petani kian membengkak. Lantaran, pupuk non subsidi dibandrol dengan harga yang tinggi.
Yang mana, kelangkaan pupuk ini sudah dirasakan oleh para petani sejak dua bulan terakhir.
Baca Juga :
- Harga Beras di Banten Masih Stabil Meski Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pemprov Siapkan Cadangan SPHP
- DPC PPP Pandeglang Gelar Konsolidasi Internal, Bentuk Panitia Muscab VI
- Insiden Penarikan Kendaraan di Serang Masuk Ranah Hukum, TNI-Polri Tegaskan Tetap Solid
- Bupati Pandeglang: Kebijakan Publik Harus Berlandaskan Keadilan Sosial
- Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
“Sekarang menggunakan pupuk kandang dan pupuk nonsubsidi pupuk urea dengan seharga Rp125 ribu perkarung,” kata Sukra ibrahim Ketua Kelompok Tani Karang Sejahtera di Pandeglang, Senin (13/12/2021).
Untuk itu, dengan kelangkaan pupuk subsidi yang menjadi kebutuhan masyarakat membawa dampak terhadap kenaikan harga sembako yang ada di pasaran saat ini.
“Selain pupuk nonsubsidi mahal dan pupuk subsidi sudah langka kita sebagai petani keluhkan kelangkaan pupuk subsidi, harga cabai naik selain pupuk mahal dan faktor cuaca buruk juga,” tambahnya.











