Katakita- PT. Cargill Indonesia menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulan dan 52 unit mobil ambulan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang sudah selesai dilakukan perbaikan.
Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Senior Manager Corporate Responsibilty PT Cargill Indonesia, Yohanes Agung Baskoro kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di pendopo bupati, Selasa (28/12/2021).
Senior Manager Corporate Responsibilty PT Cargill Indonesia, Yohanes Agung Baskoro mengatakan anggaran yang dialokas untuk pembelian dan perbaikan ambulans berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2021.
“Misalnya menghadapi pandemi (covid-19) selanjutnya, saya harap bisa bermanfaat dan di gunakan dengan sebaik-baiknya,”kata Agung Baskoro.
Baca Juga :
- Perumdam Pandeglang Luncurkan Gebyar Pemasangan Sambungan Baru untuk Perluas Akses Layanan Air Bersih
- Wujudkan Aspirasi Masyarakat Anggota DPRD Pandeglang Kawal Musrenbang Kecamatan
- Gubernur Banten dan Bupati Serang Fokus Tingkatkan SDM di Bidang Pendidikan
- Makna Puasa Menurut Islam: Meningkatkan Takwa dan Ketaqwaan
- Manfaat Minum Kelapa Saat Berbuka Puasa, Segarkan Tubuh dan Cegah Dehidrasi
Adapun untuk revitalisasi 52 unit mobil ambulan milik Pemkab Serang, sebut Agung Baskoro pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga mengganti semua peralatan penanganan kesehatan, ban dan perbaikan lainnya.
“Jadi bukan secara mesin mobil berjalan dengan baik, secara kebersihan dan penampilan juga lebih layak lagi (dengan pengecetan ulang-red),”katanya.
Disebutkannya, bantuan CSR yang diberikan ke Pemkab Serang sudah berlangsung sejak 2017 lalu.
“Tahun 2020 kemarin kita juga menyalurkan bantuan berupa sembako, fasilitas mencuci tangan untuk dunia pendidikan, dan kampanye kesehatan,”tuturnya.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaprrsiasi atas langkah komkret yan dilakukan PT Cargill Indonesia. Diakui Bupati, pemberian bantuan yang dialokasikan PT Cargill ke Pemkab Serang sudah berlangsung sejak 2017 lalu.
“Dimulai tahun 2017 sudah fokus terhadap bantuan dunia pendidikan mulai dari sanitasi, kemudian kesehatan makanan, infrastruktur sanitasinya sendiri, dan pelatihan-pelatihan terhadap guru. Untuk bantuan di dunia pendidikan setiap tahun dari 2017 sampai tahun 2020 yang bekerjasama dengan lembaga Care Indonesia,”ujarnya.











