Katakita- PT. Cargill Indonesia menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulan dan 52 unit mobil ambulan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang sudah selesai dilakukan perbaikan.
Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Senior Manager Corporate Responsibilty PT Cargill Indonesia, Yohanes Agung Baskoro kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di pendopo bupati, Selasa (28/12/2021).
Senior Manager Corporate Responsibilty PT Cargill Indonesia, Yohanes Agung Baskoro mengatakan anggaran yang dialokas untuk pembelian dan perbaikan ambulans berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2021.
“Misalnya menghadapi pandemi (covid-19) selanjutnya, saya harap bisa bermanfaat dan di gunakan dengan sebaik-baiknya,”kata Agung Baskoro.
Baca Juga :
- Satpol PP Serang Beri Tenggat 4 Hari untuk Bongkar Mandiri Bangli di Kibin
- Harga Minyakita di Pasar Baros Tembus Rp20 Ribu, Lampaui HET Pemerintah
- 24 SMP Swasta di Kota Serang Gratiskan SPP, Dapat Bantuan Bosda dari Pemkot
- Bupati Serang Dorong Mancak Fest Jadi Agenda Tahunan, Target Tarik Wisatawan Luar Daerah
- Sekda Serang Target Kontingen Juara Umum POPDA dan PEPARPEDA 2026, 238 Atlet Diberangkatkan
Adapun untuk revitalisasi 52 unit mobil ambulan milik Pemkab Serang, sebut Agung Baskoro pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga mengganti semua peralatan penanganan kesehatan, ban dan perbaikan lainnya.
“Jadi bukan secara mesin mobil berjalan dengan baik, secara kebersihan dan penampilan juga lebih layak lagi (dengan pengecetan ulang-red),”katanya.
Disebutkannya, bantuan CSR yang diberikan ke Pemkab Serang sudah berlangsung sejak 2017 lalu.
“Tahun 2020 kemarin kita juga menyalurkan bantuan berupa sembako, fasilitas mencuci tangan untuk dunia pendidikan, dan kampanye kesehatan,”tuturnya.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaprrsiasi atas langkah komkret yan dilakukan PT Cargill Indonesia. Diakui Bupati, pemberian bantuan yang dialokasikan PT Cargill ke Pemkab Serang sudah berlangsung sejak 2017 lalu.
“Dimulai tahun 2017 sudah fokus terhadap bantuan dunia pendidikan mulai dari sanitasi, kemudian kesehatan makanan, infrastruktur sanitasinya sendiri, dan pelatihan-pelatihan terhadap guru. Untuk bantuan di dunia pendidikan setiap tahun dari 2017 sampai tahun 2020 yang bekerjasama dengan lembaga Care Indonesia,”ujarnya.











