LEBAK – Seorang Petani Darta yang berusia 52 tahun tewas tenggelam di Bendungan Cikoncang, Jumat (12/5/2023) Diketahui, Darta merupakan warga Kampung Pamatang Laban, Desa Katapang, Kecamatan Wanasalam. Dia ditekuman warga sekira pukul 06.05 WIB.
Menurut Pengelola Obyek Wisata Bendungan Cikoncang Sahrosi, korban yang tenggelam di Bendungan Cikoncang bukan wisatawan tetapi seorang petani.
“Korban bernama Darta. Setiap pagi menyadap lahang aren untuk bahan baku gula merah,” katanya melalui sambungan telepon.
Dalam melakukan aktivitas menyadap Aren, korban harus menaiki rakit untuk bisa menyebrangi air Bendungan Cikoncang. Korban berangkat dari rumahnya sekira pukul 05.30 WIB.
“Untuk mengambil sadapan lahang dari pohon aren. Lokasi sadapan melintasi Bendungan Cikoncang,” katanya.
Baca Juga :
- Bupati Serang Dorong Mancak Fest Jadi Agenda Tahunan, Target Tarik Wisatawan Luar Daerah
- Sekda Serang Target Kontingen Juara Umum POPDA dan PEPARPEDA 2026, 238 Atlet Diberangkatkan
- Bupati Pandeglang Tekankan Peran Strategis Desa di Rakernas APDESI Merah Putih 2026
- Perumdam Tirta Berkah Pandeglang mengucapkan Selamat Hari Jadi Katakit.co yang ke-5 Tahun
- DPRD Kabupaten Serang Sahkan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Target PAD Naik
Kemudian pada pukul 06.00 WIB, korban saat melintasi air Bendungan Cikoncang, menyempatkan diri mengambil ikan di jaring. Sembari duduk dan secara tiba-tiba pingsan dan tercebur.
“Korban tenggelam dan hilang. Setelah 30 menit kemudian korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” katanya.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya, kalau korban, sewaktu semalam sudah masuk angin.
“Mungkin kena angin duduk (serangan jantung-red). Mengakibatkan korban kecebur ke Bendungan Cikoncang dan meninggal,” katanya. (Syamsul)











