LEBAK – Ruas jalan Jembatan Kayu-Wanasalam mengalami kerusakan yang cukup parah. Akibatnya, para pengendara yang melintas dijalur tersebut harus berhati-hati.
Rusaknya jalan Jembatan Kayu-Wanasalam, yang menjadi penghubung antara Kecamatan Malingping dan Kecamatan Wanasalam itu diketahui sudah hampir belasan tahun tanpa adanya perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.
Padahal, jalan itu kerap dilintasi oleh warga dan wisatawan yang hendak bersinar ke objek wisata Cikoncang.
Diketahui, kerusakan Jembatan Kayu-Wanasalam, kurang lebih mencapai 5 kilometer. Hampir seluruh badan jalan sudah berlubang. Bahkan, pengendara yang melintas di jalur tersebut kerap berebutan untuk menghindari lubang.
Salah seorang warga sekitar, Angga berharap agar pemerintah bisa segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut.
“Semoga bisa segera diperbaiki. Karena, memang kerusakannya ini sudah lama,” katanya, Selasa (10/1/2023)
Baca Juga :
- Era Budi, Pemkot Serang Raih Penghargaan Infrastruktur Tingkat Nasional
- Andra Soni Lepas 160 Kader PWNU Banten, Dukung Sinergi Ekonomi Pesantren
- Korban Arisan Bodong Datangi Polsek Cadasari, Tuntut Kejelasan Pengembalian Uang
- Satlantas Polres Pandeglang Tindak Truk Sumbu Tiga yang Langgar Jam Operasional
- Konfederasi Organisasi Profesi Guru Kemenag Dikukuhkan, Jadi Rumah Besar Perjuangan Guru Madrasah
Senada dikatakan Arif, dia mengaku hampir setiap hari melintasi jalan tersebut. Namun, dengan kondisi ruas jalan yang rusak parah, dia mengaku harus memutar perjalanannya ke jalur Wanasalam. Padahal, jika kondisi jalan di Jembatan Kayu-Wanasalam mulus dia mengaku lebih cepat sampai kesempat ia bekerja di Kecamatan Malingping.

“Jalannya rusak parah, terpaksa harus muter jalannya ke Wanasalam. Padahal, kalau lewat sini lebih cepet sampe nya tapi dengan jalan yang kondisinya rusak jadi lama lagi untuk sampai,” katanya.(Syamsul)











