Katakita – Asisten Daerah (Asda) 1 Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Pandeglang, Ramadhani mengakui akan kekosongan ketersediaan obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang.
Menurutnya, kelangkaan obat itu lantaran masih adanya tunggakan yang dimiliki RSUD ke pihak penyedia. Yang mana, hutang tersebut sudah terjadi sejak tahun lalu. Dimana, jumlah tunggakan yang kini dimiliki RSUD mencapai hanpir Rp10 miliar.
“Memang itu cerita bersambung. Kita terdampak oleh pandemi covid-19 dari tahun 2020 ke 2021. RSUD berkah ini kan bukan rumah sakit yang ditunjuk untuk rujukan covid-19 sehingga kita tidak punya hak untuk meng klaim ke kementrian kesehatan. Nyaris Rp10 miliar. Dua tahun tapi nya itu. Kita cicil secara bertahap,” kata Ramadhani, Kamis (16/12/2021).
Baca Juga :
- Harga Beras di Banten Masih Stabil Meski Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pemprov Siapkan Cadangan SPHP
- DPC PPP Pandeglang Gelar Konsolidasi Internal, Bentuk Panitia Muscab VI
- Insiden Penarikan Kendaraan di Serang Masuk Ranah Hukum, TNI-Polri Tegaskan Tetap Solid
- Bupati Pandeglang: Kebijakan Publik Harus Berlandaskan Keadilan Sosial
- Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Salah satu faktor terjadinya kelangkaan obat lantaran terjadinya peningkatan pasien covid-19 yang dirawat di RSUD Berkah.
“Pembiayaan kan tetap keluar. Tapi, tidak ada yang masuk. Apalgai barang pakai habis,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, akibat kelangkaan obat yang terjadi di RSUD Berkah Kabupaten Pandeglang mengakibatkan masyarakat yang berobat menggunakan BPJS harus mencari obat ke apotek yang berada di luar rumah sakit.











