Bahkan, untuk bisa tiba ke curug tersebut harus melewati hutan dengan jalan setapak yang belum terlapisi batu. Sudah pasti, saat masuk ke kawasan tersebut bisa merasakan keindahan panorama alam yang masih murni.
Memang belum terlihat kepadatan pengunjung yang berdatangan ke lokasi curug tersebut. Entah apa yang membuat pengunjung enggan berkunjung ke curug tersebut. Mungkin karena akses jalan untuk menunju curug diperlukan tenaga ekstra untuk bisa sampai.
“Jauh sih, kurang lebih dua kilo itu dari pemukiman warga awalnya jalan nya rusak tapi. Ke curugnya itu jalannya masih jalan tanah. Bisa pakai motor juga, cuman lebih indah jalan kaki karena bisa menikmati hutan yang dilalui, airnya jernih masih alami. Terus kedalaman air kurang lebih 2 meter tinggi sih curugnya bagus,” tandasnya.











