SERANG – Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim menyebut masih banyak saluran irigasi di Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Banten mengalami kerusakan. Akibatnya, tidak berfungsi dengan maksimal. Sehingga, banyak sawah petani yang tidak teraliri air.
Dia menyebut, perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah dalam penanganan irigasi. Hal itu perlu dilakukan guna menunjang ketahanan pangan dan swasembada pangan di Provinsi Banten, dia merinci kebutuhan anggaran yang perlu dialokasikan untuk perbaikan irigasi kurang lebih mencapai Rp2,8 triliun.
“Akibat dari posisi pembangunan irigasi belum maksimal dan yang kedua masih ada pembangunan irigasi yang tidak tersinkronisasi antara tingkat Kabupaten, Kota, Provinsi dan pemerintah Pusat,” katanya, Kamis (10/4/2025).
Dia menyebut, jumlah saluran irigasi yang perlu dilakikan perbaikan yang berada di Kabupaten/Kota mencapai 100 sampai 200 kilo meter. Karena, mayoritas kondisi irigasi nya sudah mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh pendangkalan atau yang lainnya.
“Banten memiliki luas lahan pertanian 197 ribu hektar dengan produktivitas 2,8 juta ton permusim, diharapkan jika fungsi irigasi sudah diperbaiki maka hasil panen petani padi bisa lebih besar agar bisa swasembada pangan,” katanya.(Hen/Syamsul)











