SERANG – Rencana pembangunan pasar Baros saat ini tengah menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Bahkan, pihaknya menargetkan untuk segera melaksanakan pembangunan pada September 2022 mendatang.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Adang Rahmat mengatakan, tidak ada kendala dalam progres penyusunan Detail Engineering Design (DED) pasar baros.
Menurutnya, pembangunan pasar baros memerlukan biaya sebesar Rp1 miliar. Karena, masih ada beberapa fasilitas yan belum tercover.
“Tidak ada kendala terkait proses pembangunan Pasar Baros termasuk DED. Namun, hanya beberapa hal yang diperlu ditambahkan untuk sambungan arus listrik yang belum tercover karena yang tercover hanya Penerangan Jalan Umum (PJU). Jadi kebutuhan anggaran kurang lebih yang di ajukan Rp600 juta, ada tambahan listrik sekitar Rp800 juta sampai Rp1 miliar,” katanya.
Baca Juga :
- Satpol PP Serang Beri Tenggat 4 Hari untuk Bongkar Mandiri Bangli di Kibin
- Harga Minyakita di Pasar Baros Tembus Rp20 Ribu, Lampaui HET Pemerintah
- 24 SMP Swasta di Kota Serang Gratiskan SPP, Dapat Bantuan Bosda dari Pemkot
- Bupati Serang Dorong Mancak Fest Jadi Agenda Tahunan, Target Tarik Wisatawan Luar Daerah
- Sekda Serang Target Kontingen Juara Umum POPDA dan PEPARPEDA 2026, 238 Atlet Diberangkatkan
Pihaknya menyebut, untuk proses tender pembanguanan pasar baros bakal dilakukan secara langsung oleh pemerintah pusat yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Peruamahn Rakyat (Kemen PUPR).
Ia memprediksi proses tender bisa dilakukan pada Agustus 2022 mendatang. Sehingga, progres pembangunan pasar baros bisa dikerjakan pada Septemer mendatang.
“Pada pertengahan Agustus sudah bisa dilaksanakan dan mudah-mudahan awal September mulai pembangunannya. Untuk bangunan Pasar Baros di rencanakan dua lantai,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Serang Pandji Tirtayasa berharap dalam proses pembangunan pasar baros, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki tupoksi dalam pembangunan pasar baros bisa bekerjasama dengan baik. Disamping, itu ia meminta agar para pedagang segera direlokasi pada Agustus mendatang.
“Kios-kios darurat yang akan kita bikin 202 pedagang kaki lima. Harapan saya nanti pada awal September itu sudah mulai, Agustus minggu ketiga itu pedagang sudah mulai direlokasi ke tempat-tempat penampungan sementara,” katanya. (Syamsul)











