Katakita – Pasca gempa bumi mengguncang wilayah Sumur, Kabupaten Pandeglang dengan magnitudo 6,7 sekala richter mengakibatkan tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata pantai yang berada di Kabupaten Pandeglang mengalami penurunan secara drastis.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto mengatakan, selain berkurangnya wisatawan karena faktor gempa bumi. Pihaknya menilai masih ada beberapa faktor lain yang membuat wisatawan enggan berkunjung.
“Wisatawan berkurang sekali. Karena dampak berbagai kondisi, salah satunya itu (gempa bumi-red),” kata Widi kepada Katakita.co, Sabtu (22/1/2022).
Baca Juga :
- SMSI Pandeglang Gelar Muskab dan Pilih Pengurus Baru
- Pemkab Lebak Beri Kado Istimewa Untuk Petani di Hari Jadi ke-197
- Calon Pegawai SPPG di Pandeglang Ikuti Pelatihan Keamanan Pangan
- Ketua Terpilih Golkar Lebak, Adde Rosi Bagikan Ribuan Sembako di Rangkasbitung
- Dukung Pembinaan Atlet Muda, Adde Rosi dan Kemenpora Gelar Kejurda Futsal di Lebak
Dijabarkannya, saat hari libur tiba jumlah wisatawan yang berkunjung khusunya ke pantai Tanjunglesung biasanya mencapai 70 persen.
Namun, untuk saat ini tingkat kunjungan wisatawan diangka 50 persen pun dirasa begitu sulit. Padahal berbagai cara sudah dilakukan untuk menarik wisatawan agar bisa berkunjung ke Tanjunglesung.
“Banyak kalau weekend (Akhir pekan-red) normal biasanya 70 persen. Saat ini hanya kisaran 30 sampai 50 persen saja,” ujarnya.
Kendati, ia berharap agar tingkat kunjungan wisatawan yang berlibur bisa kemabli normal. Lantaran pasca terjadinya tsunami 2018 lalau pengusaha hotel dan restoran di Kabupaten Pandeglang masih tergunjang ganjing untuk menutupi kekurangan pendapata. Selain itu, usai bencana tsunami menerjang pesisir Kabupaten Pandeglang bencana non alam pandemi covid-19 pun turut melanda hingga membuat beberapa pengusaha menjadi gulung tikar. (Syamsul)











