Katakita – Pasca gempa bumi mengguncang wilayah Sumur, Kabupaten Pandeglang dengan magnitudo 6,7 sekala richter mengakibatkan tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata pantai yang berada di Kabupaten Pandeglang mengalami penurunan secara drastis.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto mengatakan, selain berkurangnya wisatawan karena faktor gempa bumi. Pihaknya menilai masih ada beberapa faktor lain yang membuat wisatawan enggan berkunjung.
“Wisatawan berkurang sekali. Karena dampak berbagai kondisi, salah satunya itu (gempa bumi-red),” kata Widi kepada Katakita.co, Sabtu (22/1/2022).
Baca Juga :
- Satpol PP Serang Beri Tenggat 4 Hari untuk Bongkar Mandiri Bangli di Kibin
- Harga Minyakita di Pasar Baros Tembus Rp20 Ribu, Lampaui HET Pemerintah
- 24 SMP Swasta di Kota Serang Gratiskan SPP, Dapat Bantuan Bosda dari Pemkot
- Bupati Serang Dorong Mancak Fest Jadi Agenda Tahunan, Target Tarik Wisatawan Luar Daerah
- Sekda Serang Target Kontingen Juara Umum POPDA dan PEPARPEDA 2026, 238 Atlet Diberangkatkan
Dijabarkannya, saat hari libur tiba jumlah wisatawan yang berkunjung khusunya ke pantai Tanjunglesung biasanya mencapai 70 persen.
Namun, untuk saat ini tingkat kunjungan wisatawan diangka 50 persen pun dirasa begitu sulit. Padahal berbagai cara sudah dilakukan untuk menarik wisatawan agar bisa berkunjung ke Tanjunglesung.
“Banyak kalau weekend (Akhir pekan-red) normal biasanya 70 persen. Saat ini hanya kisaran 30 sampai 50 persen saja,” ujarnya.
Kendati, ia berharap agar tingkat kunjungan wisatawan yang berlibur bisa kemabli normal. Lantaran pasca terjadinya tsunami 2018 lalau pengusaha hotel dan restoran di Kabupaten Pandeglang masih tergunjang ganjing untuk menutupi kekurangan pendapata. Selain itu, usai bencana tsunami menerjang pesisir Kabupaten Pandeglang bencana non alam pandemi covid-19 pun turut melanda hingga membuat beberapa pengusaha menjadi gulung tikar. (Syamsul)











