PANDEGLANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang yang kini menangani kasus pembunuhan yqng dilakukan oleh mantan pacar belum memastikan akan menggelar rekonstruksi. Umumnya, proses rekonstruksi dilakukan untuk memastikan peristiwa sebenarnya dan berkas perkara.
“Rekon kita koordinasi lagi ke jaksa, intinya kalau rekon itu kalau sudah lengkap baru kita rekonstruksi sesuai faktanya,” kata Kasatreskrim Polres Pandeglang Akp Shilton, Rabu (15/2/2023).
Baca Juga :
- Berbagi di 10 Muharram, PT TFJ Pandeglang Bahagiakan 100 Anak Yatim
- Kasus Tindak Pidana Perempuan dan Anak di Pandeglang Turun
- Kejari Serang Hentikan Penuntutan Sopir Pemakai Sabu Lewat Restorative Justice
- Resmi! Kecamatan Tigaraksa Layani Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Tangerang
- Sebanyak 1.165 Unit Randis Pemkab Pandeglang Belum Bayar Pajak
Dikatakannya, saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman dengan melakukan pememeriksa beberapa saksi.
“Masih pendalaman terkait saksi-saksi dan fakta-fakta yang ada, sementara baru 7 saksi yang dimintai keterangan tambahan,” katanya.
Disamping itu, polisi juga sudah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negri (Kejari) terkait pembunuhan yang dilakukan oleh Riko 21 tahun terhadap Elisa 22 tahun.
“Kemudian untuk SPDP sudah di kirim,” katanya.
Sementara itu, saat ini Riko yang ditetapkan sebagai pelaku dalam kasus pembunuhan dijerat dengan pasal 338 jo pasal 351 Kuhpidana. (Syamsul)











