SERANG – Bupati Pandeglang Rd. Dewi Setiani menegaskan desa memegang peran kunci sebagai ujung tombak pembangunan nasional. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APDESI Merah Putih 2026 di Hotel Aston Serang, Rabu (10/6/2026).
Rakernas dengan tema “Sinergi Merah Putih untuk Menguatkan Peran Desa dalam Pembangunan Strategis Nasional” ini dihadiri ribuan kepala desa dari berbagai daerah, pengurus APDESI Merah Putih, serta unsur pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan. Karena itu, melalui Rakernas ini diharapkan lahir berbagai gagasan dan program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya sependapat bahwa pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan harus dimulai dari desa. Ia juga menyampaikan apresiasi atas program pemerintah pusat yang mulai dirasakan manfaatnya di Banten.
“Kita hadir di sini untuk memberikan dukungan kepada Bapak Presiden yang telah melakukan banyak perubahan dan langkah nyata yang memang sudah seharusnya dilaksanakan sejak dahulu,” kata Andra Soni.
Ia mencontohkan perbaikan jaringan irigasi yang selama ini belum tertangani maksimal. Menurutnya, dampaknya langsung terasa ke petani.
“Alhamdulillah, dengan perbaikan irigasi, distribusi pupuk menjadi lebih lancar dan para petani mendapatkan kepastian harga hasil pertanian,” tambahnya.
Ketua Umum APDESI Merah Putih Aswar Sadat menegaskan pemerintah desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Dengan 75 ribu lebih desa di 37 provinsi, desa harus jadi penggerak utama kemajuan bangsa.
“Indonesia akan bersinar dari desa-desa. Desa harus menjadi penguat kedaulatan bangsa menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” katanya.
Untuk mewujudkan itu, APDESI Merah Putih mendorong penguatan ekonomi desa lewat program koperasi peternakan ayam di setiap desa. Koperasi ini akan dikelola bersama masyarakat, petani, dan peternak.
Dalam Rakernas juga diluncurkan program “Jam Poin” yang diikuti sekitar 1.400 kepala desa. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas dan menampung aspirasi pemerintah desa di seluruh Indonesia.
Aswar Sadat berharap Rakernas 2026 tidak hanya jadi ajang silaturahmi, tapi juga melahirkan rekomendasi konstruktif untuk disampaikan kepada Presiden RI demi kemajuan desa.(Syamsul)











