Kenaikan Pertamax Bikin Penjualan Pertalite di SPBU Kota Serang Naik 10 Persen, Ojol Kewalahan

SERANG – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter membuat warga Kota Serang berburu BBM subsidi Pertalite. Akibatnya, stok Pertalite cepat habis dan antrean kendaraan di sejumlah SPBU memanjang.

Dampak paling terasa dirasakan pengemudi ojek online. Konsumsi Pertalite yang melonjak membuat SPBU beberapa kali mengalami kekosongan stok.

“Konsumsinya sekarang meningkat sangat drastis, menimbulkan cepat habisnya Pertalite di SPBU-SPBU. Kemarin teman-teman banyak bercerita kalau SPBU Bengala sempat kosong, SPBU di Kabupaten Serang sempat kosong, SPBU Ciceri juga kosong Pertalite, seperti cepat terjadi kekosongan,” kata Dodi, pengemudi ojol Kota Serang, Selasa 16/6/2026.

Warga berbondong-bondong beralih ke Pertalite yang dijual Rp10.000 per liter karena Pertamax dianggap tak terjangkau. Kondisi ini memicu kelangkaan di beberapa titik.

“Dampak kenaikan Pertamax sangat besar terhadap masyarakat kalangan menengah ke bawah. Ekonomi masyarakat miskin makin tertekan karena harga bahan pokok ikut naik,” ujar Dodi.

Ia menyebut kelangkaan Pertalite mengganggu waktu kerja. “Pertalite berdampak dua hal, mempengaruhi timing waktu kita melaksanakan pekerjaan tapi yang paling berpengaruh Pertalite menjadi langka,” katanya.

Pengawas SPBU Yumaga Kota Serang Saepi membenarkan lonjakan antrean sejak harga Pertamax naik. Jumlah kendaraan yang mengisi Pertalite meningkat sekitar 10 persen, terutama sore hari.

“Dalam sehari BBM subsidi jenis Pertalite tembus 16-17 ton,” ungkap Saepi.

Panjangnya antrean dan cepat habisnya stok membuat pengemudi ojol dan warga harus bergiliran mencari SPBU yang masih punya Pertalite. Pemerintah daerah diharapkan segera mencari solusi agar distribusi BBM subsidi lebih merata dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga.(Suhendi)

error: Konten di Proteksi