Katakita – Guna meningkatkan perekonomian di seluruh desa yang ada di Kabupaten Pandeglang, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Fraksi Partai Demokrat, Rizki Natakusumah menyebut, para kepala Desa harus lebih melek digital dalam pesatnya teknologi di Indonesia saat ini.
Karena, potensi wisata di Kabupaten Pandeglang dirasa mempuni untuk bisa menumbuhkan perekonomian.
“Buat proses perencanaan dengan benar, tentu harus bisa memanfaatkan media online dan media masa yang saat ini kian pesat di Indonesia,” kata Rizki saat diskusi secara virtul, Minggu (28/11/2021).
Baca Juga :
- MUI Pandeglang Minta Sanksi Tegas untuk Oknum ASN yang Diduga Terlibat LGBT
- Laskar Biru Bersihkan Lingkungan Stadion Badak Pandeglang, Ajak Warga Jaga Kebersihan
- Ditreskrimum Polda Banten Tangkap 3 Pelaku Pemerasan PT Gandasari Energi, Ancam Duduki Kapal
- Wabup Serang Terima 3 Guru Muda Astra, Dorong Peningkatan Mutu SD di Cikande
- DPRD Pandeglang Soroti 4 Proyek DPUPR Jadi Temuan BPK, Minta Kontraktor Kembalikan Kelebihan Bayar Rp222 Juta
Dalam diskusi yang mengusung tema ‘Pengelolaan Desa Wisata sebagai pendorong UMKM di tingkat Desa dalam kerangka pemulihan ekonomi masyarakat dengan fokus infrastruktur’
Karena, dengan terkelolanya potensi desa dengan baik. Maka bisa menumbuhkan lowongan pekerjaan sehingga dapat menyerap tenaga kerja.
“Tinggal lakukan kerjasama dengan pemerintahan. Apalagi, desa memiliki otoritas tersendiri untuk meningkatkan perekonomiannya. Jangan lupa untuk terus melestarikan tradisi dan budaya karena sudah hidup ratusan tahun,”ucapnya.
Terpisah, Asiten Daerah (Asda) 1 Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Pandeglang Ramadhani, potensi pariwisata di Kabupaten Pandeglang saat ini begitu marak. Hanya diperlukan tata kelola yang rapih sehingga bisa membawa daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Saat ini begitu banyak objek wisata di Kabupaten Pandeglang. Tinggal bahu membahu saja baik dari pemerintah desa dan masyarakat. Tinggal bagaimana cara mengemas nya agar bisa menarik wisatawan,” ucap Ramadhani yang juga menjabat sebagai PLT Dinas Pariwisata.
Dengan tumbuhnya pariwisata, maka bisa dipadukan dengan produk-produk Usah Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dihasilkan oleh masyarakat. Seperti halnya yang saat ini sudah mendunia seperti batik Cikadu dan patung badak.
“Agar bisa menarik wisatawan asing untuk masuk ke kita. Nanti harus di siapkan jug pemandu wisatanya. Agar lebih memiliki nilai jual tersendiri wisata di kita ini,” tandasnya.











