Katakita – Beberapa harga kebutuhan pokok sembako di pasaran mengalami kanikan harga, salah satunya minyak goreng yang mencapai Rp32 ribu untuk 1 liter.
Menanggapi hal itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menginstruksikan agar pemerintah melaksanakan operasi pasar tujuannya agar harga bisa kembali normal dan masyarakat tidak diberatkan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku untuk menutupi kebutuhan masyrakat pemerintah menyediakan minyak goreng murah bagi masyarakat yang dijual dengan harga Rp14 ribu per liter untuk kebutuhan selama 6 bulan.
“Ini di tingkat konsumen yang berlaku di seluruh Indonesia dan ini disiapkan untuk 6 bulan ke depan,” kata Airlangga, Kamis (6/1/2022).
Baca Juga :
- Harga Beras di Banten Masih Stabil Meski Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pemprov Siapkan Cadangan SPHP
- DPC PPP Pandeglang Gelar Konsolidasi Internal, Bentuk Panitia Muscab VI
- Insiden Penarikan Kendaraan di Serang Masuk Ranah Hukum, TNI-Polri Tegaskan Tetap Solid
- Bupati Pandeglang: Kebijakan Publik Harus Berlandaskan Keadilan Sosial
- Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Menko Airlangga menyampaikan kebijakan tersebut akan dievaluasi pada Mei dan penyediaan minyak murah tersebut dapat diperpanjang.
Selama periode 6 bulan tersebut, pemerintah menyediakan 1,2 miliar liter minyak goreng yang membutuhkan anggaran untuk menutup selisih harga dan PPN sebesar Rp 3,6 triliun.
“Komite pengarah memutuskan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyediakan dan melakukan pembayaran sebesar Rp 3,6 triliun,” ujarnya.
Selain itu, BPDPKS dapat menunjuk surveyor dan menyetujui perubahan postur anggaran BPDPKS, termasuk menyiapkan pendanaan dan PPN, menyiapkan perjanjian kerjasama hingga penetepan surveyor independen.











